Umat Kristiani di Medan memperingati Jumat Agung dengan beribadah di gereja, termasuk jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Ibadah tersebut berlangsung khidmat.
Pantauan di HKBP Tegal Rejo yang beralamat di Jalan Sehati, Medan, ratusan jemaat tampak memadati gereja. Mereka terlihat berasal dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa.
Lonceng gereja berbunyi, pertanda bahwa sesi ibadah telah dimulai dan seluruh jemaat yang hadir menundukkan kepala untuk merefleksikan diri. Proses ibadah diawali dengan lagu pujian penyembahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebaktian Jumat Agung diisi dengan votum-introitus-doa, pembacaan Hukum Taurat, pengakuan dosa, epistel, dan pengakuan iman. Selain itu, diadakan juga sesi Perjamuan Kudus (Ulaon Nabadia) usai khotbah.
Topik ibadah Jumat Agung diambil dari nats Alkitab Matius 27: 45-56 yakni "Sungguh, Yesus adalah Anak Allah". Sementara itu, renungan atau khotbah ibadah dibawakan oleh Pdt. TAP Simorangkir.
Lewah khotbah yang disampaikan, Pdt. TAP Simorangkir mengajak umat Kristiani yang percaya kepada Yesus Kristus untuk mempersembahkan hidup kepada-Nya. Sebab, Dia adalah orang yang benar.
"Setiap orang yang percaya atas kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus maka kita beroleh kehidupan," ucap Pdt. TAP Simorangkir.
Pdt. TAP Simorangkir juga mengatakan bahwa Jumat Agung menjadi perayaan penuh duka sekaligus sukacita. Hal itu karena Tuhan Yesus yang tidak kenal dosa mati demi menanggung dosa manusia.
"Momen ini bisa disebut pesta perayaan atas kematian Yesus Kristus. Di satu sisi, hari ini penuh duka tetapi di sisi lain penuh sukacita, seperti sesuai injil Yohanes 3:16," sebutnya.
Sebagai informasi, ibadah Jumat Agung di HKBP Tegal Rejo Medan terbagi menjadi 2 sesi yaitu pukul 08.00 WIB dan 10.00 WIB. Perjamuan Kudus (Ulaon Nabadia) pun dilakukan untuk masing-masing sesi.
(astj/astj)











































