Kacang Pistachio Jadi Tren Dessert, Sehat atau Cuma Hype?

Kacang Pistachio Jadi Tren Dessert, Sehat atau Cuma Hype?

Dita Aliccia Armadani - detikSumut
Sabtu, 04 Apr 2026 06:00 WIB
Susu Pistachio Sama Bagusnya Dengan Susu Almond? Ini Kata Ahli
Foto: Getty Images/iStockphoto/fcafotodigital
Medan -

Belakangan ini, pistachio semakin populer sebagai bahan utama berbagai dessert kekinian, mulai dari es krim hingga kue premium. Warnanya yang khas dan rasanya yang unik membuat kacang ini jadi favorit banyak orang dan ramai dibicarakan di media sosial.

Namun di balik tren tersebut, muncul pertanyaan: apakah pistachio Π΄Π΅ΠΉΡΡ‚Π²ΠΈΡ‚Π΅Π»ΡŒΠ½ΠΎ menyehatkan atau sekadar ikut hype semata? Penting untuk memahami kandungan gizi serta manfaatnya sebelum menjadikannya bagian dari pola makan sehari-hari.

Dilansir detikFood dari Daily Mail (29/3), dalam 30 gram atau segenggam kecil pistachio, mengandung sekitar 3 gram serat, 6 gram protein, dan lemak yang sebagian besar merupakan lemak tak jenuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serat dalam pistachio bermanfaat untuk pencernaan dan membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Selain itu, kombinasi serat dan nutrisi lain dapat membantu memperlambat penyerapan gula, sehingga energi dalam tubuh lebih stabil.

Meski tinggi lemak, jenis lemak dalam pistachio justru tergolong baik untuk tubuh. Dari sekitar 13 gram lemak dalam satu porsi, hanya sebagian kecil yang merupakan lemak jenuh. Lemak tak jenuh ini berperan dalam menjaga kesehatan jantung jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat.

ADVERTISEMENT

Dari sisi kalori, pistachio memang cukup tinggi energi. Satu porsi mengandung sekitar 160 kalori. Namun, karena kandungan protein dan seratnya, kacang ini cenderung lebih mengenyangkan dibandingkan camilan olahan lainnya. Bahkan, konsumsi kacang secara rutin, disebutkan dalam penelitian jangka panjang, tidak menyebabkan kenaikan berat badan.

Selain itu, pistachio juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti kalium, magnesium, fosfor, vitamin B6, dan vitamin E. Kandungan antioksidan seperti lutein, zeaxanthin, dan polifenol juga membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif.

Meski begitu, manfaat ini tidak selalu berlaku pada semua produk berbahan pistachio. Banyak produk kekinian seperti krim pistachio atau cokelat isi pistachio justru tinggi gula dan lemak jenuh.

Dalam bentuk ini, pistachio lebih berperan sebagai perasa, bukan bahan utama yang menyehatkan. Karena itu, cara terbaik mengonsumsi pistachio adalah dalam bentuk utuh, tanpa tambahan gula berlebih.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads