BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (rob) di sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) pada 1 hingga 12 April 2026. BMKG mengimbau warga yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir untuk tingkatkan kewaspadaan.
Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Anisa Suryani, menjelaskan fenomena ini dipicu oleh fase bulan purnama yang terjadi pada 2 April 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di wilayah pesisir.
"Berdasarkan data water level dan prediksi pasang surut, masyarakat pesisir diimbau untuk waspada terhadap potensi banjir rob pada periode 1-12 April," kata Anisa dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak antara lain pesisir Kabupaten Lingga seperti Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, dan Senayang. Selain itu, wilayah pesisir Kabupaten Bintan seperti Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, dan Bintan Timur juga masuk dalam area yang perlu diwaspadai.
Anisa menyebutkan, banjir rob secara umum dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Di antaranya aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan di pemukiman warga, hingga sektor perikanan dan tambak.
"Potensi dampaknya meliputi terganggunya aktivitas di pelabuhan, pemukiman pesisir, serta kegiatan ekonomi masyarakat seperti perikanan darat dan tambak garam," ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan serta memantau informasi cuaca dan pasang surut laut secara berkala.
"Diharapkan masyarakat dapat mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi selama periode tersebut," ujarnya.
(dhm/dhm)











































