Kabupaten Samosir diserbu wisatawan saat libur Nyepi dan Lebaran 2026. Dalam kurun waktu 8 hari, destinasi wisata di kawasan Danau Toba itu berhasil menyedot kunjungan sebanyak 103,516 kunjungan yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 1,604,389,00 miliar.
PAD tersebut atas perhitungan kunjungan wisatawan di 15 objek wisata dikelola Pemkap Samosir. Lonjakan pengunjung dapat dilihat dari kepadatan arus masuk ke Pulau Samosir, baik jalur Danau maupun akses darat via Tele.
Berdasarkan data dari Disbudpar Kabupaten Samosir, periode 18 -25 Maret 2026, lonjakan wisatawan terjadi di beberapa objek wisata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waterfron City Pangururan tetap jadi primadona dengan total kunjungan dari dalam Samosir 1,952 pengunjung dan pengunjung dari luar Samosir 34,734 kunjungan. Disusul Panorama Tele, dari dalam Samosir 219 kunjungan, lalu dari luar Samosir 31,739 pengunjung.
Destinasi lainnya juga tidak kalah ramai, Air Terjun Efrata 13,616 kunjungan, disusul Tomok 12,146 kunjungan. Kemudian Pantai Pasir Putih Parbaba Pintu I sebanyak 2,899 kunjungan, Aek Rangat 2,429 kunjungan.
Lalu destinasi wisata lainnya, Pantai Pasir Putih Pintu ll Bumdes 1,100 kunjungan, Pantai Pasir Putih Pintu lll Bumbes 910 kunjungan.
Lalu, Tatea Bulan 660 kunjungan, DTW Lagundi 479 kunjungan, PIKT 206 kunjungan, Batu Sawan 196 kunjungan, Batu Hobon 101 kunjungan, Air Terjun Naisogop 76 kunjungan, Siallagan 29 kunjungan dan DTW Parlombuan 25 kunjungan.
"Kunjungan wisatawan periode 18 -25 Maret 2026 sebanyak 103,516 pengunjung. Dari kunjungan tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 1,604,389,00 miliar," ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho kepada detikSumut, Kamis (26/3/2026).
Tetty juga mengatakan tingkat kunjungan wisatawan ke Samosir masih ramai. Ia juga menyebut belum dapat memberikan infomasi lebih rinci terkait perbandingan kunjungan tahun ini dengan tahun lalu.
"Masih ramai. Belum bisa kami simpulkan, masih ada 2 hari lagi," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, pengunjung yang berwisata di Kabupaten Samosir membludak saat momen Lebaran. Bahkan, banyak pengunjung yang tidak mendapat penginapan.
"Sampai hari ini masih terpantau ramai walau sudah ada arus balik karena kantor pemerintah sudah memulai hari kerja. Ramainya itu dari tanggal 18 Maret sampai 24 Maret itu puncak liburan di Samosir," ungkap Kadis Pariwisata Samosir Tetty Naibaho kepada detikSumut, Selasa (24/3/2026).
"Misalnya di Waterfront Pangururan itu bisa sampai 10 ribuan orang dari pagi sampai sore. Tapi yang menonton pertunjukan itu 6500 orang per hari karena tidak semua menonton," lanjutnya.
Selain itu, Tetty juga menyebutkan sejumlah objek wisata lainnya juga ramai dikunjungi wisatawan seperti Bukit Sibea-bea, Bukit Holbung, Batu Hoda.
Lebih lanjut, Tetty membeberkan bahwa seluruh penginapan maupun hotel di Samosir juga kehabisan kamar bahkan banyak wisatawan yang tidur di area fasilitas publik.
"Melebihi kapasitas ya karena kita yang dari ratusan hotel maupun ribuan homestay itu full bahkan melebihi kapasitas sehingga wisatawan ada yang tidur di area terbuka mungkin menggunakan musala bahkan ada yang di depan gereja. Ada juga yang kami dampingi untuk ke rumah-rumah yang memang selama ini tidak menjadi homestay tapi mereka kita dampingi untuk dapat menerima wisatawan untuk tidur," jelasnya.
(afb/afb)
