Gunung Marapi Erupsi 2 Kali Pagi ini, Pengamatan Terhalang Kabut

Sumatera Barat

Gunung Marapi Erupsi 2 Kali Pagi ini, Pengamatan Terhalang Kabut

Jeka Kampai - detikSumut
Kamis, 26 Mar 2026 10:49 WIB
Arsip - Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengalami erupsi.
Foto: Arsip - Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengalami erupsi. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Agam -

Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar Sumatera Barat, kembali erupsi. Pagi ini, terjadi dua letusan dengan durasi masing-masing 27 detik dan 22 detik. Namun, pengamatan tidak bisa dilakukan secara maksimal karena kondisi cuaca yang berkabut.

Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi yang berbasis di Kota Bukittinggi mencatat, erupsi pertama terjadi pukul 08.28 WIB. Letusan itu terekam dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 27 detik.

"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat tanggal 26 Maret 2026 pukul 08.28 WIB. Kolom abu tidak teramati, terekam dengan amplitudo maksimum 22 milimeter," kata petugas PGA Marapi, Ahmad Rifandi dalam keterangan tertulis yang diterima detikSumut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar satu jam lebih kemudian, tepatnya pukul 09.56 WIB, Rifandi kembali menginformasikan soal terjadinya letusan.

"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat tanggal 26 Maret 2026 pukul 09.56 WIB. Kolom abu tidak teramati, terekam dengan amplitudo maksimum 10 milimeter dan berdurasi 22 detik," katanya.

ADVERTISEMENT

Sebagaimana rekomendasi sebelumnya, warga di sekitar gunung dan pengunjung atau wisatawan pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas kawah.

Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran atau bantaran sungai yang berhulu di puncak gunung juga diminta selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

"Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar gunung kita harapkan agar menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit," harapnya.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads