Saran Guru Besar Ilmu Gizi Agar Badan Tak 'Lebar-an' Pasca Idul Fitri

Saran Guru Besar Ilmu Gizi Agar Badan Tak 'Lebar-an' Pasca Idul Fitri

Khadijah Nur Azizah - detikSumut
Selasa, 24 Mar 2026 23:20 WIB
eat together.
Foto: SpencerDavis/Unsplash
Jakarta -

Tidak sedikit orang yang pola makannya berantakan di momen Hari Raya Idul Fitri. Kondisi ini bisa membuat badan menjadi 'Lebar-an' setelah Lebaran berakhir.

Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Hardinsyah, menyarankan agar pola makan yang teratur saat Ramadan dilanjutkan. Menurutnya pola makan teratur pada Ramadan harusnya menjadi momentum.

"Puasa harus dijadikan momentum untuk melakukan detoksifikasi tubuh. Masyarakat dapat menjadikan puasa sebagai patokan pola makan ideal secara spiritual dan gizi," ujar dikutip detikHealth dari laman IPB University, Selasa (24/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu rekomendasinya untuk menjaga pola makan yakni dengan melakukan intermittent fasting. Metode ini berfokus pada pembatasan asupan dari segi jumlah, jenis, dan waktu makan. Pola ini dinilai mampu membantu menurunkan kadar lemak tubuh serta menekan risiko penyakit metabolik, seperti diabetes.

ADVERTISEMENT

Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada konsistensi. Prof. Hardinsyah menjelaskan bahwa setelah bulan puasa, ujian paling berat adalah mengubah pola pikir (mindset).

"Dibutuhkan tekad yang kuat untuk membiasakan diri dengan intermittent fasting dan mempraktikkannya secara rutin dalam rutinitas harian," tambahnya.

Sebagai alternatif sehat, buah-buahan segar sangat disarankan untuk menekan keinginan mengonsumsi camilan tinggi gula. Serat dan vitamin dalam buah tidak hanya memberikan energi, tetapi juga memberikan rasa kenyang lebih lama.

Selain itu, Prof. Hardinsyah menyarankan untuk lebih memprioritaskan asupan protein dibandingkan karbohidrat, tentu dengan porsi yang disesuaikan menurut kebutuhan individu (seperti ibu hamil atau anak-anak). Indikator keberhasilan pola makan ini bisa dilihat secara sederhana melalui fisik.

"Kalau berat badan sudah turun ke angka normal, itu harus dipertahankan. Jika dalam dua minggu terasa lingkar pinggang bertambah, itu tandanya pola makan harus segera disesuaikan kembali," pungkasnya.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads