Cara Mengatasi Toren Air Kotor Setelah Lama Tak Dipakai

Cara Mengatasi Toren Air Kotor Setelah Lama Tak Dipakai

Muhammad Wildan Alghofari - detikSumut
Selasa, 24 Mar 2026 08:31 WIB
Cara Mengatasi Toren Air Kotor Setelah Lama Tak Dipakai
Foto: Getty Images/ViniSouza128
Jakarta -

Sepulang dari mudik Lebaran, kondisi air di rumah kerap berubah tanpa disadari. Air toren yang sebelumnya jernih dapat menjadi keruh, berbau besi, bahkan meninggalkan endapan di bagian dasarnya. Bila dibiarkan, kondisi itu tak hanya mengganggu, namun juga berpotensi membahayakan kesehatan.

Hal tersebut dapat terjadi karena air yang lama tersimpan bisa berpotensi mengalami penurunan kualitas. Kurangnya perputaran air bikin bakteri mudah berkembang, sementara kotoran dan karat dari instalasi mengendap di permukaan.

Situasi seperti ini cukup sering dialami, terutama pada toren yang jarang dirawat atau tak punya sistem penyaringan yang memadai. Karena itu penting mengetahui cara penanganan yang tepat agar air kembali bersih dan aman digunakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara Mengatasi Toren Air Kotor Setelah Lama Tak Dipakai

Dilansir dari detikProperti, berikut langkah-langkah untuk mengembalikan kualitas air toren di rumah.

ADVERTISEMENT

1. Bersihkan Toren Secara Rutin

Pembersihan toren disarankan minimal tiap enam bulan sekali. Langkah pertama yaitu mengosongkan seluruh air di dalam tangki. Selanjutnya, bersihkan dinding dan dasar toren dari lumut, kerak, dan endapan kotoran.

Pakai sikat khusus dan bilas hingga benar-benar bersih supaya tak ada sisa kontaminasi yang tertinggal. Ini penting untuk mencegah air kembali keruh atau berbau.

2. Pastikan Tutup Toren dan Saringan Berfungsi Baik

Tutup toren yang tak rapat dapat menjadi pintu masuk debu, serangga, hingga daun kering. Oleh karena itu pastikan penutup tangki dalam kondisi baik dan tertutup sempurna.

Kemudian, periksa saringan pada pipa masuk air. Bila tersumbat atau kotor, segera bersihkan agar air yang masuk tetap terfilter dengan baik.

3. Lakukan Desinfeksi Jika Diperlukan

Bila air tercium bau menyengat seperti bau besi atau sulfur, kemungkinan ada aktivitas bakteri di dalam toren. Dalam kondisi ini, disinfeksi dapat dilakukan, misalnya dengan pengapuran ringan atau metode shock chlorination.

Tapi, proses ini harus dilakukan secara hati-hati supaya tak merusak instalasi pipa maupun tanaman jika air dipakai untuk keperluan lain seperti menyiram.

4. Perbaiki Sirkulasi dan Ventilasi Toren

Air yang terlalu lama mengendap tanpa sirkulasi bisa menyebabkan kondisi anaerobik, yang memicu bau tak sedap. Solusinya, alirkan air secara berkala supaya terjadi pergantian air di dalam toren.

Pastikan juga ventilasi tangki berfungsi dengan baik untuk menjaga kualitas udara di dalamnya dan mencegah pertumbuhan bakteri.

5. Periksa Sumber Air dan Instalasi Pipa

Kalau usai dibersihkan air masih berbau atau keruh, kemungkinan masalah berasal dari sumber air atau instalasi pipa. Lakukan pengujian kualitas air dan pertimbangkan penggunaan filter tambahan atau sistem pengolahan air. Jika ditemukan korosi pada pipa atau tangki, segera lakukan penggantian untuk mencegah kontaminasi berulang.

Dengan perawatan yang tepat, toren air dapat tetap bersih dan aman dipakai meski rumah lama ditinggal. Menjaga kualitas air bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga investasi penting untuk kesehatan seluruh penghuni rumah.




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads