Septic Tank Meledak usai Diduga Disulut Api, Balita di Pamekasan Tewas

Regional

Septic Tank Meledak usai Diduga Disulut Api, Balita di Pamekasan Tewas

Tim detikJatim - detikSumut
Jumat, 20 Mar 2026 07:30 WIB
Balita tewas usai septic tank meledak di Pamekasan
Balita tewas usai septic tank meledak di Pamekasan (Foto: Akhmad Zaini Zen/detikJatim)
Pamekasan -

Insiden tragis menimpa seorang balita di Dusun Gunung Tangis, Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Anak laki-laki berinisial AAF (4) meninggal dunia setelah terdampak ledakan septic tank.

Kapolres Pamekasan melalui Kasi Humas Polres Pamekasan,Yoni Evan Pratama, mengatakan, peristiwa itu terjadi Selasa (17/03/2025) siang. Berdasarkan laporan dari Polsek Palengaan, kejadian bermula ketika korban bersama sejumlah teman seusianya tengah bermain di bagian belakang rumah warga.

"Diduga saat bermain, terdapat aktivitas pemicu berupa bensin yang dituangkan ke dalam lubang septic tank kemudian disulut api. Hal ini memicu ledakan gas di dalam tangki yang mengakibatkan beton penutup terpental dan mengenai korban," ujar Yoni, dilansir detikJatim, Kamis (19/3/26).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB itu pertama kali diketahui oleh orang tua korban yang saat itu berada di kandang sapi. Setelah mendengar teriakan warga, ia segera menuju lokasi dan menemukan korban dalam kondisi luka berat.

Korban sempat dibawa ke Puskesmas Palengaan untuk mendapatkan penanganan awal, sebelum kemudian dirujuk ke RSUD Pamekasan pada pukul 18.00 WIB. Namun, korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB.

ADVERTISEMENT

Pasca-kejadian, petugas Polsek Palengaan bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Pamekasan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti turut diamankan, seperti dua botol bekas berisi bensin, potongan pipa paralon, serta pecahan beton penutup septic tank.

Yoni menambahkan bahwa pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah atau kecelakaan.

"Orang tua korban menyadari bahwa ini merupakan kecelakaan dan telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak melanjutkan proses hukum serta menolak dilakukan autopsi," jelasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di area yang berpotensi berbahaya seperti tangki pembuangan gas maupun benda mudah terbakar.




(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads