Aktivitas jual beli di Pajak Sambu, Medan, mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Meski demikian, para pedagang menilai lonjakan pembeli tahun ini belum terlalu signifikan.
Salah seorang pedagang baju, Nizar, mengatakan jumlah pembeli memang bertambah, namun belum terlalu ramai.
"Tahun ini lumayanlah pembelinya, rame. Ada peningkatan dibanding tahun lalu, tapi sedikit, nggak signifikan," tuturnya, Selasa (17/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai, peningkatan tersebut tidak lepas dari upaya pedagang dalam memberikan pelayanan yang ramah kepada pembeli. Menurutnya, pendekatan kekeluargaan menjadi salah satu daya tarik utama di Pajak Sambu.
"Pembeli itu menilai keramahtamahan kita. Kalau di sini kita kekeluargaan, kita untungnya sedikit yang penting pelanggan sering datang. Kalau untungnya banyak tapi pelanggan cuma sekali datang untuk apa?" lanjutnya.
Sementara itu, pedagang lain, Maya, mengungkapkan tren pembelian pakaian menjelang Lebaran mulai terlihat sejak dua minggu setelah awal Ramadan, meski peningkatannya juga tidak terlalu tajam.
"Di Sambu ini dari dua minggu setelah puasa itu udah rame kali. Lumayan jugalah yang beli ke sini," katanya.
Ia menambahkan, jenis pakaian yang paling banyak diminati pembeli di lapaknya adalah gamis outer dengan berbagai pilihan warna. Beberapa warna favorit bahkan sudah habis karena banyak dicari.
"Gamis outer paling banyak dicari. Ada macam-macam warna. Yang paling laris mahogany dan burgundy, sekarang udah habis karena banyak dicari orang," pungkasnya.
Artikel ini ditulis Siti Asyaroh, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom.
(astj/astj)











































