Ribuan jamaah memadati Masjid Agung Medan pada malam ke-27 Ramadan untuk melaksanakan itikaf. Berdasarkan perkiraan sementara dari Badan Kemakmuran Masjid (BKM), jumlah jamaah yang mengikuti itikaf pada malam tersebut mencapai sekitar 3.600 orang.
Pantauan di lokasi, jemaah mulai berdatangan sejak usai salat tarawih. Ruang utama masjid hingga area sekitarnya terlihat dipenuhi jamaah yang menghabiskan malam dengan berbagai ibadah seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, hingga melaksanakan salat sunnah.
Selain beritikaf, para jamaah juga mengikuti salat tahajud berjamaah yang dilaksanakan pada tengah malam. Saf-saf salat tampak dipenuhi jamaah yang khusyuk mengikuti rangkaian ibadah malam tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sela-sela ibadah, sebagian jamaah terlihat beristirahat sejenak di lantai masjid dengan beralaskan sajadah atau tas sambil menunggu waktu ibadah berikutnya. Kegiatan itikaf ini biasanya berlangsung hingga menjelang waktu sahur.
Salah seorang jamaah bernama Daud mengaku datang dari luar daerah untuk mengikuti itikaf di masjid tersebut. Ia bahkan baru tiba di Kota Medan sebelum langsung menuju masjid.
"Saya baru sampai di Medan dari Jakarta, bang. Memang sudah berniat langsung pergi itikaf ke masjid ini," ujarnya saat ditemui di area masjid.
Menurutnya, suasana itikaf di masjid tersebut memberikan kesan tersendiri. Selain bangunan masjid yang megah, pelayanan terhadap jamaah juga dinilai sangat baik.
"Yang itikaf di sini punya kesan tersendiri buat saya. Tidak hanya masjidnya yang megah, pelayanan kepada jamaah juga sangat baik. Ada sahur gratis juga dan fasilitas masjidnya mendukung, jadi ibadah terasa lebih khusyuk," katanya.
Hal serupa juga disampaikan Syahnan, jamaah asal Tanjung Balai yang kebetulan sedang berada di Kota Medan. Ia mengaku tertarik mengikuti itikaf setelah melihat informasi yang ramai dibicarakan di media sosial.
"Memang saya kebetulan lagi di Medan, terus lihat di media sosial ramai soal itikaf di Masjid Agung. Jadi saya penasaran juga ingin merasakan suasananya," ujarnya.
Ia menilai antusiasme jamaah yang mengikuti itikaf di masjid tersebut sangat tinggi sehingga membuat suasana ibadah terasa lebih khusyuk.
"Saya lihat ramai sekali jamaah yang ikut itikaf, jadi makin semangat juga. Suasananya syahdu, banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang terdengar dari bacaan para jamaah yang beribadah sehingga suasananya terasa semakin sakral," katanya.
Menurutnya, jamaah yang mengikuti itikaf juga berasal dari berbagai kalangan usia.
"Saya lihat bukan hanya orang tua saja. Dari berbagai usia juga ada, mulai dari anak-anak, remaja sampai orang tua banyak yang ikut itikaf di sini," tambahnya.
Ibadah itikaf sendiri merupakan amalan yang dianjurkan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Banyak umat Islam memanfaatkan momen tersebut untuk meningkatkan ibadah dan berharap dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar, yang disebut memiliki kemuliaan lebih baik dari seribu bulan.
(afb/afb)











































