Tiket Kapal Roro Habis Jelang Lebaran, Begini Respons Gubernur Kepri

Kepulauan Riau

Tiket Kapal Roro Habis Jelang Lebaran, Begini Respons Gubernur Kepri

Alamudin Hamapu - detikSumut
Jumat, 13 Mar 2026 20:21 WIB
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. (Alamudin Hamapu/detikSumut)
Foto: Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. (Alamudin Hamapu/detikSumut)
Batam -

Masyarakat pengguna jasa mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket kapal Roro milik ASDP untuk perjalanan antar pulau menjelang periode mudik Lebaran di Kepulauan Riau (Kepri). Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, pihaknya akan membahas soal kemungkinan penambahan jadwal maupun armada kapal guna mengantisipasi lonjakan penumpang.

Gubernur Ansar mengaku menerima banyak keluhan masyarakat terkait terbatasnya kuota kapal Roro, terutama untuk rute antar pulau di wilayah Kepri dan antar provinsi. Ia menyebut pemprov akan berkoordinasi dengan operator kapal untuk membahas kemungkinan penambahan jadwal maupun armada menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Nanti akan dibahas lagi dengan operator karena kan menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan kapal juga. Informasi ini bagus, nanti akan dibahas kemungkinan ada tambahan jadwal atau tambahan armada menjelang hari raya," kata Ansar, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ansar juga memastikan bahwa transportasi antar pulau di wilayah Kepulauan Riau saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali.

"Distribusi barang ke pulau-pulau juga telah dibahas bersama pihak terkait, termasuk Bea Cukai, agar tetap berjalan lancar," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ansar menyebut rencananya, pemerintah daerah juga akan meninjau kesiapan armada kapal dalam waktu dekat, termasuk kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), untuk memastikan layanan transportasi laut siap menghadapi lonjakan penumpang menjelang Lebaran.

"Nanti kita akan tinjau sejumlah pelabuhan dan bandara untuk memastikan mudik lebaran bisa berjalan lancar," ujarnya

Kadishub Kepri, Junaidi menambahkan jadwal dan kuota kapal Roro sebenarnya sudah ditetapkan sejak awal oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Setelah jadwal ditetapkan, kuota tiket kemudian dibuka untuk penjualan kepada masyarakat.

"Kuota itu jadwalnya sudah ditetapkan tanggal 10 Maret oleh BPTD. Setelah ditetapkan baru kuota keluar, setelah itu dijual bebas dan sekarang sudah habis," kata Junaidi.

Ia menjelaskan, pembelian tiket tetap dilakukan secara daring (online). Tiket perjalanan bahkan sudah mulai dijual jauh sebelum hari keberangkatan.

"Pembeliannya tetap online. Bukan hari H, sekarang ini sudah dijual dan memang sudah habis," ujarnya.




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads