Lebaran jadi momen untuk pulang ke kampung halaman dan meninggalkan rumah selama sekian hari oleh kebanyakan orang. Tapi, di tengah musim hujan, terutama bagi pemilik rumah yang tinggal di daerah rawan banjir, situasi ini kerap menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Rumah yang kosong berisiko terdampak banjir tanpa ada yang bisa segera menanganinya. Air yang masuk ke rumah ketika ditinggal bisa merusak perabotan, peralatan elektronik, hingga struktur bangunan.
Oleh karena itu, penting melakukan beberapa langkah pencegahan sebelum bepergian jauh. Persiapan sederhana bisa membantu meminimalkan kerusakan bila banjir terjadi saat rumah kosong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara Melindungi Rumah Rawan Banjir Sebelum Ditinggal Mudik
Dilansir detikProperti dari situs Home Owners Alliance & Homes and Gardens, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melindungi rumah dari banjir.
1. Siapkan Karung Pasir di Sekitar Pintu
Karung pasir jadi cara paling sederhana untuk menghalangi air masuk ke rumah. Karung tersebut bisa diletakkan di depan pintu, garasi, atau titik yang berpotensi menjadi jalur masuk air. Metode ini lebih efektif untuk banjir permukaan dan kurang efektif untuk banjir air tanah.
2. Tutup Lubang Ventilasi
Air banjir bisa masuk lewat lubang ventilasi yang berada dekat permukaan tanah. Untuk itu, pakai penutup ventilasi khusus untuk mencegah air masuk ke dalam rumah. Penutup ini bersifat sementara dan harus dilepas usai banjir surut supaya ventilasi bisa kembali berfungsi dengan baik.
3. Pasang Katup Satu Arah pada Saluran Pembuangan
Katup satu arah bisa mencegah air limbah mengalir balik lewat saluran pembuangan seperti toilet atau wastafel saat banjir terjadi. Pemasangan komponen ini cukup penting terutama di daerah yang sering mengalami luapan air atau sistem drainase yang kurang baik.
4. Pindahkan Barang dan Perabotan ke Area yang Lebih Tinggi
Bila rumah punya lantai dua, sebelum meninggalkan rumah segera pindahkan dokumen penting, barang berharga, dan perangkat elektronik ke lantai atas. Apabila tidak ada lantai atas, barang-barang itu bisa disimpan di rak tinggi atau wadah kedap air untuk mengurangi risiko kerusakan.
5. Pasang Pompa Air Otomatis
Pasang dan gunakan pompa air yang bisa bekerja secara otomatis saat genangan sudah naik ke batas yang dianggap membahayakan. Sebagai contoh, jika genangan air sudah masuk ke dalam ruangan dan tingginya mencapai batas yang telah ditentukan, maka sensor bakal mengaktifkan mesin pompa air.
Namun, penting untuk diperhatikan bahwa terkadang pompa otomatis bisa berisiko mampet karena terkadang ada limbah berukuran besar yang tanpa sengaja ikut masuk. Mintalah kerabat atau tetangga terdekat untuk mengecek pompa.
6. Bersihkan Talang dan Atur Saluran Air
Perawatan rutin seperti membersihkan talang air dan pipa pembuangan juga sangat penting. Talang yang tersumbat oleh daun atau kotoran bisa menyebabkan air hujan meluap dan mengalir ke fondasi rumah.
Selain itu, pengaturan lanskap halaman juga bisa membantu mengarahkan aliran air menjauh dari bangunan. Para ahli menyarankan agar permukaan tanah dibuat sedikit miring menjauh dari rumah sehingga air hujan tidak mengalir menuju fondasi bangunan. Selain itu, penggunaan tanaman atau taman resapan juga dapat membantu menyerap kelebihan air saat hujan deras.
7. Tutup Celah Dinding dan Lantai
Celah kecil pada dinding atau lantai bisa menjadi jalur masuknya air. Untuk itu, pakai bahan penyegel kedap air untuk menutup retakan atau celah yang ada. Langkah ini bisa membantu mengurangi rembesan air saat terjadi hujan deras atau banjir.
Banjir memang tak selalu bisa dicegah sepenuhnya, namun risiko kerusakan bisa dikurangi dengan persiapan yang tepat. Melakukan langkah-langkah pencegahan sebelum mudik, dapat membantu menjaga rumah tetap aman meski ditinggal dalam beberapa hari. Dengan persiapan yang tepat, detikers bisa mudik dengan lebih tenang tanpa khawatir rumah terdampak banjir.
(dhm/dhm)











































