Ngabuburit adalah aktivitas yang dilakukan untuk menunggu waktu berbuka puasa. Biasanya, banyak yang mengisinya dengan membeli takjil, jalan-jalan, nongkrong bareng teman atau bisa juga dengan menonton.
Namun, selain itu, banyak juga kegiatan ngabuburit yang tetap menyenangkan dan tentunya bernilai pahala, misalnya membaca alquran, berzikir, atau mendengarkan kajian baik langsung maupun online. Dengan begitu, ngabuburit detikers bisa lebih berkah.
"Bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan ini sangat banyak memberikan dampak kehidupan bagi kita. Salah satu kita lihat pada tradisi bulan suci Ramadan ini, tidak sedikit orang melakukan kegiatan-kegiatan, di antaranya adalah ngabuburit. Mereka sering, katakanlah nongkrong menjelang berbuka di berbagai tempat, berkumpul," kata Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muzakkir dalam program Kultum Ramadan detikSumut, Minggu (8/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muzakkir mengatakan bahwa ngabuburit itu harusnya baik dan memberikan manfaat serta bernilai pahala. Dengan begitu, ngabuburit tidak sia-sia begitu saja.
"Sejatinya, apapun yang kita lakukan, termasuk ngabuburit, harus membawa manfaat yang nyata. Manusia yang paling baik itu orang yang hidupnya dia membawa kebaikan dan kebermanfaatan bagi orang lain. Berbagai aktivitas ngabuburit yang kita lihat memang positif, kita melihat berkumpulnya, bersilaturahminya umat Islam, para pemuda, remaja dari berbagai kalangan. Namun, yang perlu kita jaga adalah bagaimana kegiatan itu tidak sampai menimbulkan kerugian bagi orang lain," ujarnya.
"Alangkah sangat positif, jika kegiatan ngabuburit ini juga diiringi dengan hal-hal yang positif, misalnya berbagi takjil kepada orang-orang yang kurang mampu, atau melakukan kajian-kajian keislaman, kajian-kajian yang bermanfaat, sehingga tidak sekadar nongkrong, ya, tapi ada nilai plus yang didapati," sambung Muzakkir.
(fnr/mjy)











































