Seseorang yang melaksanakan puasa tanpa mendirikan salat, apakah mendapat pahala? Ini jawaban dari ustaz.
"Dalam perjalanan hidup kita, rasa syukur ngga boleh hilang, rasa gembira nggak boleh putus, meskipun kadang-kadang kita merasakan banyak hal dalam perjalanan hidup kita," kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muhammad Syukri Albani Nasution dalam Program Kultum Ramadan, Senin (2/3/2026).
Prof Syukri Albani menjelaskan bahwa terkadang sumber pahala tidak jelas apa jenisnya karena tidak ada kuitansi pahala. Namun tidak puasa dan tidak salat merupakan dua catatan dosa berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sama kek kita puasa, salat, misalnya. Apakah orang yang puasa terus nggak salat terus puasanya masih dapat? Sebenarnya kan dosa orang yang ninggalin puasa beda, dosa orang yang meninggalkan salat juga beda," ujarnya.
Pahala orang puasa memang tidak akan hilang jika dia tidak melaksanakan salat. Namun dosa tidak salat juga akan dihitung, karena itu perintah Allah SWT.
"Tapi bicara tentang kesempurnaan, jadi orang yang puasa meninggalkan salat, pahala puasanya tidak hilang, tapi pahalanya tidak ada manfaatnya. Kenapa? Karena dia melakukan sesuatu kebaikan yang sekaligus mengerjakan salah satu yang dilarang oleh Allah atau sesuatu yang memang sudah Allah perintahkan sejak awal," ucapnya.
Namun harus diingat, bahwa yang dihisab pertama kali di Yaumil Hisab nanti adalah salat. Sehingga tidak boleh memilih antara salat dan puasa, karena keduanya kewajiban.
"Ini memang kadang-kadang dialog batiniah kita ini harus lurus, yang pertama kali dihisab di Yaumil Hisab itu adalah salat, hati-hati, jadi jangan anggap sederhana salat itu, walapun jangan bilang kalau saya nggak bisa dua-dua saya satu aja dulu, salat aja. Itu juga bandel itu ya," ungkapnya.
Sehingga salat tetap harus dilaksanakan tanpa alasan apapun. Biarpun salat baru melaksanakan saat di penghujung waktu.
Prof Syukri Albani menjelaskan filosofi soal wajibnya salat. Allah SWT sudah memudahkan melaksanakan salat mulai dari berdiri hingga hanya menggerakkan kelopak mata.
"Saya mau ngasih edukasi berikutnya, coba kita lihat ya logikanya salat. Salat itu kalau nggak bisa berdiri, duduk. Kalau nggak bisa duduk, berbaring. Kalau nggak bisa berbaring kita bisa menggunakan kelopak mata untuk memindahkan rukun salat dari satu rukun ke rukun berikutnya," sebutnya.
"Sebenarnya filosofinya sederhana, kita nggak punya alasan lo ninggalin salat, kalau anda payah salat berdiri anda bisa duduk, kalau anda nggak bisa duduk anda bisa berbaring. Pertanyaan, alasan apalagi anda meninggalkan salat? Itu pertanyaan yang paling filosofis yang harus kita jawab," imbuhnya.
(niz/mjy)











































