Puasa Tapi Tak Pernah Salat Tarawih, Apakah Sah?

Cahaya Ramadan

Puasa Tapi Tak Pernah Salat Tarawih, Apakah Sah?

Finta Rahyuni - detikSumut
Minggu, 08 Mar 2026 12:00 WIB
Puasa Tapi Tak Pernah Salat Tarawih, Apakah Sah?
Foto: Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UINSU Prof Muzakkir. (Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Salat Tarawih adalah salat sunnah yang hanya ada pada malam-malam bulan Ramadan. Salat ini, utamanya dikerjakan secara berjamaah di masjid, tetapi tetap boleh dilakukan sendiri.

Lalu, bagaimana hukumnya jika orang yang menjalankan ibadah puasa, tapi tidak pernah melaksanakan salat tarawih? Apakah puasa yang dilakukan tetap sah, atau malah tidak? Berikut penjelasannya:

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Muzakkir mengatakan bahwa puasa dan salat tarawih adalah dua ibadah yang terpisah. Jadi, puasa seseorang tetap sah meskipun tidak melaksanakan salat tarawih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kata Muzakkir, akan sangat merugi orang-orang yang menjalankan ibadah puasa, tetapi tidak salat tarawih.

"Sayang sekali rasanya, kita sudah berada di bulan Ramadan, siangnya puasa, malamnya nggak diisi dengan qiyamul lail. Jadi, ibadah itu jadi tidak sempurna," kata Muzakkir dalam program Kultum Ramadan detikSumut, Minggu (8/3/2026).

ADVERTISEMENT

Muzakkir mengatakan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya mengajarkan agar umat Islam menghidupkan malam-malam Ramadan dengan beribadah. Hadist itu berbunyi:

Ω…ΩŽΩ†Ω’ Ψ΅ΩŽΨ§Ω…ΩŽ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ₯ΩΩŠΩ…ΩŽΨ§Ω†Ω‹Ψ§ ΩˆΩŽΨ§Ψ­Ω’ΨͺΩΨ³ΩŽΨ§Ψ¨Ω‹Ψ§ غُفِرَ Ω„ΩŽΩ‡Ω Ω…ΩŽΨ§ ΨͺΩŽΩ‚ΩŽΨ―ΩŽΩ‘Ω…ΩŽ مِنْ Ψ°ΩŽΩ†Ω’Ψ¨ΩΩ‡ΩΩŽΩ†Ω’, ΩˆΩŽΩ…ΩŽΩ†Ω’ Ω‚ΩŽΨ§Ω…ΩŽ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ₯ΩΩŠΩ…ΩŽΨ§Ω†Ω‹Ψ§ ΩˆΩŽΨ§Ψ­Ω’ΨͺΩΨ³ΩŽΨ§Ψ¨Ω‹Ψ§ غُفِرَ Ω„ΩŽΩ‡Ω Ω…ΩŽΨ§ ΨͺΩŽΩ‚ΩŽΨ―Ω‘ΩŽΩ…ΩŽ مِنْ Ψ°ΩŽΩ†Ω’Ψ¨ΩΩ‡Ω

Artinya: Barang siapa berpuasa karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa melaksanakanqiyam Ramadan (shalat malam/tarawih) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR.Bukhari dan Muslim)

"Sebaiknya, kita amalkan apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, disebutkan dalam riwayat itu, sangatlah baik di siang harinya kita berpuasa, di malam harinya kita hidupkan dengan qiyamul lail," ujarnya.

Apalagi, kata Muzakkir, pahala orang-orang yang beribadah di bulan Ramadan itu dilipatgandakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, sudah seharusnya umat Islam memperbanyak amal ibadah, salah satunya melaksanakan salat tarawih.

"Apalagi di bulan Ramadan ini, investasi amal ibadah dilipat gandakan Allah. Ibadah sunah yang kita lakukan sama nilainya dengan yang wajib, yang wajib kita lakukan, Allah lipat gandakan nilai kebaikannya," pungkasnya.




(fnr/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads