Kementerian Kebudayaan Indonesia menetapkan Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh sebagai situs cagar budaya nasional. Masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu menjadi saksi bisu perang hingga tsunami.
Sertifikat penetapan cagar budaya itu diserahkan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Dek Fadh kepada wakil imam besar Masjid Raya. Penyerahan berlangsung saat penutupan Aceh Ramadhan Festival yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Gubernur Muzakir Manaf.
"Masjid ini adalah salah satu masjid kebanggaan Republik Indonesia. Masjid ini menjadi tempat wisata bukan hanya untuk provinsi Aceh tapi tempat wisata nasional," kata Dek Fadh dalam sambutannya, Jumat (6/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Partai Gerindra Aceh itu menyebutkan, Masjid Raya Baiturrahman termasuk salah satu masjid yang tidak mengalami kerusakan saat tsunami dulu. Masjid itu saat ini menjadi ikon Tanah Rencong.
"Di manapun fotonya, gambarnya sejak dari dulu bahwa ini dikenal. Ketika tsunami salah satu masjid yang tidak rusak adalah masjid ini," ujar Dek Fadh.
Acara penutupan Aceh Ramadhan Festival itu juga diisi dengan buka puasa bersama yang dihadiri ribuan warga dan peringatan malam Nuzulul Qur'an. Panitia disebut menyediakan 5 ribu porsi makanan yang dibagikan kepada warga yang berbuka di masjid.
Mendagri Tito mengatakan, Masjid Raya Baiturrahman bukan hanya ikon Aceh tapi sudah menjadi ikon Indonesia. Dia mengaku bangga dengan masjid itu meski dirinya bukan warga Tanah Rencong.
"Tadi dengan adanya penyerahan sertifikat situs cagar budaya Indonesia itu membuktikan bahwa ini sebagai sebuah kebanggaan. Ini kebanggaan bangsa Indonesia dan pemerintah secara resmi mengakui ini situs pariwisata Indonesia," ujar Tito.
(agse/dhm)











































