Iran Ancam Serang Rektor Nuklir Israel di Dimona

Iran Ancam Serang Rektor Nuklir Israel di Dimona

Novi Christiastuti - detikSumut
Jumat, 06 Mar 2026 22:00 WIB
Reactor defects have been found at the Penly plant (above) in northern France. PHOTO: AFP
Ilustrasi (Foto: AFP)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) dan Israel terus menyerang Teheran dan kota-kota lain yang ada di Iran. Iran pun beraksi dengan mengancam menyerang reaktor nuklir Israel di Dimona.

Situs nuklir Dimona telah sejak lama diyakini sebagai lokasi pengembangan program senjata nuklir Israel. Israel selama ini tidak pernah mengonfirmasi atau membantah memiliki senjata nuklir.

Dikutip detikNews dari The Times of Israel, Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev, yang terletak di dekat kota Dimona, diyakini sebagai kunci program senjata nuklir Israel yang telah lama dicurigai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lokasi tersebut, yang berada di wilayah Negev, Israel bagian selatan, termasuk di antara lokasi yang paling dilindungi di negara Yahudi tersebut. Langkah-langkah pengamanan di area itu diyakini mencakup seluruh jajaran sistem pertahanan udara Israel.

ADVERTISEMENT

Ancaman Iran ini dilontarkan saat gelombang serangan skala besar AS dan Israel terus menghujani negara Syiah tersebut sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.

Baik Washington maupun Tel Aviv sama-sama mengatakan tujuan mereka adalah untuk mencegah Teheran mengembangkan bom nuklir dan untuk menghancurkan program rudal balistik jarak jauh Iran.

Israel juga secara aktif mendorong rakyat Iran untuk menggulingkan rezim yang berkuasa di negara tersebut. Sementara AS mengindikasikan akan menyambut baik adanya perubahan rezim berkuasa di Teheran.

Pada Rabu (4/3) waktu setempat, sebuah kapal perang Iran tenggelam di lepas pantai Sri Lanka setelah dihantam serangan torpedo yang diluncurkan sebuah kapal selam AS. Sebanyak 32 awak berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka, namun sedikitnya 87 awak lainnya tewas.

Serangan AS itu terjadi saat kapal perang Iran itu sedang berlayar usai mengikuti latihan militer di pelabuhan Visakhapatnam di India bagian timur.

Militer Iran, dalam tanggapannya, menggambarkan insiden itu sebagai "serangan pengecut" dan bersumpah akan membalas.




(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads