Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terus Meluas, Drainase Akan Dialihkan

Aceh

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terus Meluas, Drainase Akan Dialihkan

Agus Setyadi - detikSumut
Senin, 02 Mar 2026 15:29 WIB
Lubang Raksasa di Aceh Tengah Sentuh Jalur Alternatif
Foto: Lubang Raksasa di Aceh Tengah Sentuh Jalur Alternatif (Tangkapan Layar Media Sosial)
Aceh Tengah -

Longsoran di lubang raksasa berlokasi di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah terus meluas setiap harinya. Drainase yang berada di lokasi akan dialihkan sehingga air tidak lagi mengalir ke lubang.

Drainase terletak di pinggir jalan utama yang menghubungkan Simpang Balik di Bener Meriah dengan Blang Mancung di Aceh Tengah. Ketika jalan itu putus, air dari drainase mengalir ke dalam lubang sehingga diduga menjadi pemicu longsoran meluas.

"Sepertinya ada langkah-langkah konkret ini. Tadi sudah dijelaskan bahwa ada mekanisme-mekanisme teknis yang harus kita laksanakan pertama sekali harus dilakukan pengalihan drainase, air tidak lagi masuk ke sana. Nanti ada langkah-langkah berikutnya," kata Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muchsin meninjau lokasi lubang raksasa bersama perwakilan Kementerian PU. Menurutnya, lubang itu juga sudah mengarah ke perkebunan masyarakat sehingga dikhawatirkan akan berdampak terhadap perekonomian warga setempat.

Lubang itu juga telah memutuskan jalan alternatif yang dibangun menjelang jalan utama putus. Menurutnya, putusnya jalan alternatif menghambat mobilisasi penghasilan masyarakat seperti tebu, cabai, kopi dan produk pertanian lainnya.

ADVERTISEMENT

Pemerintah setempat disebut telah membuka jalan alternatif baru dalam kondisi darurat. Muchsin berharap Kementerian PU dapat membantu memuluskan jalan alternatif bagi warga tersebut.

"Sekarang sudah ada jalan alternatif juga. Tetapi tidak sebagus alternatif kemarin. Jadi hari ini masyarakat mengalami sedikit hambatan karena jalan alternatif sebelumnya ini sudah tidak ada lagi," jelas Muchsin.

Sebelumnya, lubang raksasa muncul di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah usai terjadi longsor dan sudah memutuskan jalan utama. Lubang itu diperkirakan mulai terbentuk sejak tahun 2000an.

"Tidak ada literasi pasti yang menjelaskan awal mula terbentuknya lubang. Beberapa sumber menjelaskan bahwa lubang kecil sudah mulai terbentuk sejak awal tahun 2000-an. Dimana pergerakan tanah terus terjadi secara bertahap sejak tahun 2004," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah Andalika saat dimintai konfirmasi detikSumut, Kamis (15/1).

Berdasarkan laporan masyarakat, katanya, longsoran yang terjadi di lubang itu meluas sehingga memutuskan akses jalan Blang Mancung-Simpang Balik pada tahun 2006. Sejak beberapa tahun lalu, Dinas ESDM Aceh telah melakukan penelitian sehingga diketahui pergerakan tanah terus meningkat secara bertahap setiap tahun.

Menurutnya, data terbaru Dinas ESDM Aceh, luasan longsoran di lokasi telah mencapai 27.000 meter dan semakin dekat ke jalan lintas. Tim geologi dan survei geofisika ESDM Aceh juga disebut pernah melakukan kolaborasi kajian longsoran tanah tersebut bersama BPBD Aceh Tengah pada tahun 2022.

Hasil kajian yang dilakukan disebutkan longsoran tanah di Kampung Bah berada pada lapisan tanah permukaan dengan zona jenuh air dan didominasi material vulkanik yang mudah mengantarkan air. Pergerakan tanah di lokasi tersebut sangat aktif dan berkelanjutan.

"Wilayah longsoran tanah di Kampung Bah tersebut dikategorikan sebagai zona tinggi rawan pergerakan tanah, sehingga memerlukan penanganan struktural dan non struktural segera dan berkelanjutan," jelas Andalika.




(agse/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads