129 anak berbagai usia di Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, Aceh diduga mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Mereka rata-rata mengalami mencret dan muntah-muntah.
MBG dibagikan ke anak-anak pada Kamis (26/2/2026) sore. Anak-anak mulai mengeluh sakit perut dan mengalami muntah setelah berbuka puasa. Mereka langsung dilarikan ke UPTD Puskesmas Simpang Mamplam untuk mendapatkan penanganan.
Menjelang tengah malam, anak-anak yang diduga keracunan semakin banyak sehingga sebagian dirujuk ke Puskesmas terdekat dan RS Fauziah, Bireuen. Berdasarkan data sementara, anak-anak yang diduga keracunan 129 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang sempat dirawat di Puskesmas kita 57 orang. Lain kita rujuk ke puskesmas lain dan yang parah kita rujuk ke RS Fauziah," kata Kepala UPTD Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani saat dimintai konfirmasi, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, pasien sebelumnya menerima MBG dengan menu bakso, susu, jelly, telur, bolu kukus serta kurma. Namun belum dapat dipastikan jenis makanan yang diduga penyebab keracunan.
Saat ini sampel makanan sudah dikirim ke laboratorium dan hasilnya akan diketahui empat hari kemudian. Suryani menyebutkan, anak-anak yang keracunan berasal dari sejumlah desa di kecamatan tersebut.
"Gejalanya muntah sama mencret. Yang banyak muntah," ungkapnya.
(agse/nkm)











































