Sederet Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Rumah Bau

Sederet Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Rumah Bau

Almadinah Putri Brilian - detikSumut
Senin, 02 Mar 2026 08:00 WIB
Sederet Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Rumah Bau
Foto: Getty Images/iStockphoto/Enes Evren
Jakarta -

Punya rumah yang wangi serta enak dipandang merupakan keinginan bagi kebanyakan orang. Namun, siapa sangka rumah juga bisa bau karena beberapa kebiasaan sehari-hari penghuninya.

Ya, beberapa kebiasaan yang buruk justru bisa membuat rumah bau alih-alih wangi. Nggak mau kan pas tamu datang ke rumah justru tidak nyaman karena bau?

Ada beberapa kebiasaan yang harus diubah karena bisa menimbulkan rumah bau. Apa saja itu? Dilansir detikProperti dari The Spruce dan Southern Living, berikut ulasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebiasaan Sehari-hari Yang Bisa Bikin Rumah Bau

1. Ventilasi Kurang Baik
Ventilasi rumah memegang peranan penting supaya sirkulasi udara berjalan lancar. Ventilasi rumah yang tak memadai justru dapat memerangkap udara hingga menimbulkan bau apak.

Apalagi jika di dapur tidak ada ventilasi yang memadai. Bau masakan dapat tersebar ke penjuru rumah.

ADVERTISEMENT

Bau itu bisa bertambah parah apabila asap panas dari masakan memicu pertumbuhan jamur di dinding dan perabotan. Oleh karena itu, penting punya ventilasi di dapur untuk pertukaran udara.

"Tanpa ventilasi yang baik, bau masakan akan menempel di dinding, lemari, dan perabotan. Bisa jadi masakan hari Senin masih terasa baunya hingga hari Kamis," Robin Murphy, Presiden Maid Brigade, dikutip The Spruce.

Kalau di rumah ada jendela, sebaiknya dibuka minimal 30 menit untuk memberikan akses keluar-masuk udara.

2. Tidak Membersihkan Kulkas

Di kulkas bisa saja ditemukan makanan busuk. Apabila tak dibuang, bisa-bisa membuat kulkas bau. Setelah makanan busuk atau kedaluwarsa dibuang baru bersihkan dengan air panas dan sabun.

Cara terbaik untuk membersihkan bagian dalam kulkas yaitu dengan melepas semua rak dan mengelapnya secara menyeluruh dengan sabun sebelum dibilas dengan air panas. Disarankan juga untuk pakai cuka putih dan soda kue saat membersihkan kulkas secara menyeluruh untuk mendisinfeksi dan meningkatkan kualitas udara.

3. Merokok di Dalam Rumah

Asap rokok bukan hanya tidak nyaman namun juga berbahaya bagi orang yang tak merokok atau perokok pasif. Bau ini tidak langsung hilang bila terkena angin namun bakal menempel pada permukaan benda dan pakaian orang yang merokok.

Hal tersebut tentu sangat berbahaya bila di rumah ada anak-anak, lansia, ibu hamil, maupun penderita asma.

"Nikotin dapat menempel pada dinding dan furnitur dan mustahil untuk dihilangkan kecuali oleh jasa pembersihan rumah," ujar Steve Evans, Pemilik Memphis Maids.

4. Menunda Cuci Piring

Piring kotor yang menumpuk dapat menimbulkan bau. Selain itu, apabila masih ada sisa makanan yang belum dibuang juga bakal menarik cicak, semut, dan serangga lain mendekat.

"Sisa makanan yang tersisa di piring basah menjadi santapan lezat bagi bakteri, melepaskan bau asam dan rawa yang dapat memenuhi dapur lebih cepat dari yang diduga," ujar Murphy.

5. Membiarkan Handuk Basah

Kebiasaan lainnya yaitu membiarkan handuk basah. Tidak hanya mengeluarkan bau, handuk basah juga bisa menjadi tempat tumbuhnya jamur.

Maka dari itu, sebaiknya setelah handuk digunakan segera gantung di area terbuka atau yang terkena cahaya matahari. Cahaya matahari dapat menjadi antibakteri bagi handuk.

6. Tidak Mencuci Karpet

Jika di rumah memakai karpet, sebaiknya dicuci secara rutin supaya tidak berdebu dan bau. Setidaknya cuci karpet setahun sekali agar tidak bau dan warnanya tetap terjaga.




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads