Ketua Umum PPP sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan, Mardiono berkunjung ke Ponpes Babussalam Pekanbaru, Riau. Kunjungan kali ini disambut langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Syekh Haji Ismail Royan.
Hadir dalam silaturahmi sejumlah mantan Gubernur Riau mulai dari Edy Natar, Wan Abubakar, Saleh Djasit hingga Syamsuar. Termasuk Ketua MKA LAM Riau Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf dan Ketua DBH LAM Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.
"Ini untuk kedua kalinya saya ke sini setelah sebelumnya dilantik Presiden Joko Widodo diberikan amanah menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden," kata Mardiono membuka sambutan, Minggu (1/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mardiono mengungkap sejumlah alasan datang ke Riau. Salah satunya adalah untuk menyampaikan 'politik kenegaraan' mulai dari keumatan, pemberantasan korupsi, ketahanan pangan hingga ketahanan energi di Indonesia.
"Tadi ada 4 mantan gubernur hadir, ada juga tokoh-tokoh ulama. Saya menyampaikan pesan Bapak Presiden Prabowo Subianto bagaimana kerja pemerintah yang saat ini sedang dilaksanakan," kata Mardiono pasca silaturahmi.
Khusus kunjungan ke Babussalam, Ketum Partai Berlambang Ka'bah karena adanya ikatan sejarah. Khususnya peran Pondok Pesantren dalam pembinaan umat serta tokoh-tokoh untuk mengawal kebijakan dari pemerintah sebagai 'umaro'.
"Babussalam ini kan juga memiliki histori sejarah dalam pengabdian di Riau untuk pengabdian keumatan. Bahwa ulama dan umaro itu tidak boleh berpisah, bagaimana umaro mengambil kebijakan sesuai dengan amanah, kewenangannya dan umaro itu memagari sesuai koridor agar yang diberi kekuasaan ini amanah, berpihak pada rakyat," katanya.
Mardiono mengaku PPP sendiri tak pernah jauh dari pemerintah. Sebab, PPP ingin bersama negara dalam merumuskan setiap kebijakan untuk kemakmuran masyarakat di seluruh penjuru, termasuk Riau.
"PPP tidak pernah jauh-jauh dari negara, kita harus berjuang bersama negara. Kan tidak mungkin antara ulama dan umaro terpisah," katanya.
Sementara pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Syeikh Haji Ismail Royan menyambut kehadiran dengan memberikan peci dan sorban putih merah. Menurutnya, itu sebagai simbol amanah yang ke depan harus terus diemban Mardiono sebagai pejabat negara.
"Kopiah dan sorban merah putih, doa kami bapak Mardiono kedepan bisa memimpin bangsa ini," kata Syeikh Haji Ismail Royan.
Tak hanya itu saja, Syeikh Ismail juga menilai kehadiran Mardiono sebagai Utusan Presiden membuka wawasan soal kebijakan pemerintah saat ini. Khususnya berkaitan dengan program-program yang sedang berjalan.
"Tentu ini menjadi semangat buat kami, ada banyak informasi yang baru kami pahami. Apa yang sedang dikerjakan oleh Presiden kita Bapak Prabowo, dilanjutkan ke bawah oleh utusan-utusannya," katanya.
(ras/dhm)











































