Rezza Surya Amri sosok atlet kebanggaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatera Utara (Sumut) yang sukses meraih medali Emas pada ajang ASEAN Para Games 2025 di Thailand.
Perjalanan karier Rezza Surya bukanlah kisah yang instan. Ia memulai langkahnya pada 2018 setelah diperkenalkan sang pelatih ke sekretariat National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumatera Utara.
Dari sanalah perjalanan panjang itu dimulai penuh latihan keras, perpindahan nomor, hingga akhirnya mengantarkannya berdiri di podium tertinggi ajang internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal Karier: Dari Menengah Jauh ke Sprint
Di awal karier, Rezza turun di nomor 800 meter, 1.500 meter, dan 5.000 meter. Namun, perubahan terjadi ketika nomor menengah jauh untuk klasifikasi T47 ditutup. Pada 2019, ia dipindahkan ke nomor sprint.
Keputusan itu menjadi titik balik. Enam bulan setelah beradaptasi, Rezza tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tahun 2019 dan langsung mencuri perhatian dengan meraih medali perunggu di nomor 100 meter serta medali emas di lompat jauh.
Prestasinya berlanjut di Peparnas Papua 2021 dengan satu emas di lompat tinggi dan satu perunggu di lompat jauh. Lanjut pada Peparnas 2024 di Solo, ia kembali mempersembahkan emas untuk Sumatera Utara di nomor lompat jauh.
Momen Bersejarah di ASEAN Para Games Thailand
Puncak perjalanan itu hadir saat Rezza dipercaya memperkuat Indonesia di ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Ini menjadi pengalaman pertamanya tampil di luar negeri dan menjadi kebanggaan tersendiri baginya.
"Momen paling berkesan bagi saya di ASEAN Para Games Thailand adalah karena itu merupakan pengalaman pertama saya tampil di ajang tersebut. Saya sangat senang karena untuk pertama kalinya bisa bertanding di luar negeri, tepatnya di Thailand. Itu menjadi pengalaman yang sangat membanggakan bagi saya," ujar Rezza pada detikSumut, pada Rabu (25/2/2026)
Pengalaman saat bertanding di ASEAN, Ia sempat memimpin di nomor 100 meter sebelum terkejar lawan dari Filipina dan Thailand, serta hanya meraih perunggu di lompat jauh dengan selisih tipis dua sentimeter dari atlet tuan rumah, Rezza tak kehilangan fokus.
Ia memang telah menargetkan emas di nomor lompat jangkit. Di nomor itulah drama terjadi. Pada lompatan terakhir, catatannya sempat tertinggal dari atlet Myanmar. Rasa down sempat menghampiri. Namun, ia teringat istri dan anak yang telah ia tinggalkan selama empat bulan demi pemusatan latihan.
Motivasi itu menjadi bahan bakar terakhirnya. Pada lompatan penentuan, Rezza sukses melampaui catatan lawan dan memastikan medali emas untuk Indonesia. Sebuah momen yang tak akan pernah ia lupakan.
Ia sukses meraih medali emas di nomor Men's Triple Jump T47, Rezza Surya Amri turut menambah perolehan medali bagi tanah air. la unggul dari wakil Myanmar dan Filipina sekaligus memecahkan rekor dengan jarak lompatan sejauh 13.37 m
Target Selanjutnya: Tembus Level Asia
Tak ingin cepat berpuas diri, Rezza kini membidik panggung yang lebih tinggi. Ia menargetkan bisa kembali memperkuat Indonesia di ajang internasional tingkat Asia. Baginya, setiap capaian adalah pijakan untuk melompat lebih jauh.
"Target saya selanjutnya adalah bisa kembali mewakili Indonesia di ajang internasional, khususnya di tingkat Asia. Mudah-mudahan itu bisa menjadi langkah berikutnya dalam perjalanan karier saya," ungkapnya.
Harapan Rezza bagi atlet-atlet muda NPCI Sumut, Ia berpesan agar tak takut dengan proses. Ia mengingatkan pepatah, "Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian." Menurutnya, kesuksesan tak datang tiba-tiba. Rasa lelah, pengorbanan, bahkan sakit dalam latihan adalah bagian dari perjalanan.
Ia juga mengingatkan agar para junior tidak hanya melihat hasil atau materi, tetapi meneladani proses dan kerja keras para juara.
"Jangan dulu melihat hasil dari segi materi atau uangnya, tetapi lihatlah bagaimana proses panjang yang mereka lalui untuk bisa menjadi juara. Karena pada akhirnya, proses itulah yang akan membentuk mental dan kualitas diri kita sebagai atlet," tutupnya.
Artikel ini ditulis Nanda M Marbun, Peserta Maganghub Kemnaker di detikcom
(nkm/nkm)











































