Salat Tarawih menjadi salah satu ibadah yang paling dinantikan saat Ramadan. Ibadah ini hukumnya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.
Namun, bagaimana hukumnya jika dilaksanakan di rumah bersama keluarga, bukan di masjid? Simak penjelasan lengkapnya di sini.
Dikutip detikHikmah dari buku Kitab Shalat Empat Mazhab karya Syeikh Abdurrahman Al-Jaziri, Tarawih adalah bagian dari qiyam Ramadan, yakni salat malam yang dilakukan khusus pada bulan suci.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tarawih memiliki keutamaan yang besar. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa melakukan qiyam Ramadan atas dasar iman dan harapan pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR al-Bukhari, Muslim, an-Nasa'i, ad-Darimi, AαΈ₯mad, dan Ibn Khuzaimah)
Hadits ini menjadi dasar utama keutamaan Tarawih. Artinya, siapa pun yang menghidupkan malam Ramadan dengan iman dan penuh harap kepada Allah SWT, akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
Hukum Tarawih Bersama Keluarga
Sebagian orang mengira Tarawih berjamaah hanya identik dengan masjid. Padahal, Rasulullah SAW sendiri pernah melaksanakannya bersama keluarga dan para sahabat.
Dilansir dari laman Muhammadiyah, dalam riwayat Abu Zarr RA, disebutkan:
"Kami berpuasa bersama Rasulullah SAW. Pada sisa tiga malam dari bulan Ramadan, beliau mengumpulkan keluarga, istri, dan masyarakat, lalu salat qiyam Ramadan bersama hingga kami merasa khawatir ketinggalan sahur." (HR Abu DΔwud)
Riwayat ini menunjukkan bahwa Nabi SAW mengajak keluarga dan orang-orang terdekat untuk bersama-sama melaksanakan qiyam Ramadan. Ini menjadi dalil kuat bahwa Tarawih berjamaah di rumah bersama keluarga bukan hanya boleh, tetapi memiliki teladan langsung dari Rasulullah SAW.
Tarawih di Rumah atau Masjid, Mana yang Lebih Utama?
Para ulama menjelaskan bahwa pada dasarnya salat sunnah lebih utama dilakukan di rumah. Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik salat seseorang adalah di rumahnya, kecuali salat wajib." (HR Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa salat sunnah, termasuk Tarawih, memiliki keutamaan jika dilakukan di rumah.
Namun, dalam praktiknya, Tarawih berjamaah di masjid juga memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah SAW pernah melaksanakan Tarawih berjamaah di masjid beberapa malam, lalu menghentikannya karena khawatir diwajibkan kepada umatnya.
Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, salat Tarawih berjamaah di masjid kembali dihidupkan dan menjadi tradisi umat Islam hingga kini. Karena itu, para ulama sepakat bahwa Tarawih boleh dilakukan di masjid maupun di rumah. Keduanya sah dan memiliki dasar syar'i.
Keutamaan Tarawih Berjamaah Bersama Keluarga
Melaksanakan Tarawih bersama keluarga di rumah memiliki sejumlah nilai plus.
1. Menghidupkan Sunnah Nabi
Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Abu Zarr RA, Rasulullah SAW mengumpulkan keluarga dan masyarakat untuk qiyam Ramadan. Mengikuti teladan ini berarti menghidupkan sunnah beliau.
2. Mempererat Hubungan Keluarga
Tarawih berjamaah bukan sekadar ibadah individual, melainkan momentum kebersamaan. Di tengah kesibukan dan rutinitas modern, waktu berkumpul bersama keluarga sering kali terbatas.
3. Pendidikan Agama bagi Anak
Bagi anak-anak, pengalaman ikut Tarawih bersama orang tua adalah pendidikan agama yang nyata. Mereka belajar tentang kedisiplinan, bacaan salat, serta merasakan atmosfer Ramadan secara langsung di lingkungan rumah.
Kebiasaan ini dapat menanamkan kecintaan pada ibadah sejak dini.
Simak Video "Video: Melihat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































