Bagi umat Islam, sepuluh malam di penghujung bulan Ramadan menjadi momen yang istimewa. Sebab pada masa ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadr.
Salah satu ikhtiar terbaik untuk meraih keutamaan malam itu adalah dengan melaksanakan i'tikaf. Rasulullah SAW senantiasa melakukan I'tikaf di sepuluh malam terakhir sepanjang hidupnya. Ini adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih ampunan-Nya.
I'tikaf merupakan kegiatan berdiam diri di masjid yang dilakukan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana salat dan ibadah lainnya, pelaksanaan i'tikaf juga perlu diawali dengan niat beribadah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
I'tikaf, apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas, maka Allah akan memberikan pahala yang berlimpah. Hal ini termaktub dalam sabda Rasulullah:
"Barang siapa yang beri'tikaf satu hari karena mencari keridhaan Allah, maka Allah akan menjauhkan dia dari neraka sejauh tiga parit, setiap parit lebih jauh dari jarak antara timur dan barat" (HR Thabrani 5566 dan Baihaqi 8706).
I'tikaf juga menjadi cara bagi umat muslim untuk memperoleh ketenangan hati, menjauhkan diri dari kesibukan dunia, dan lebih fokus beribadah.
Niat dan Tata Cara I'tikaf di Bulan Ramadan
Bagi detikers yang ingin melaksanakan i'tikaf, berikut tata cara yang dapat dilakukan:
1. Niat
Sebelum beri'tikaf, dianjurkan untuk membaca niat berikut ini.
نَوَيْتُ الْاِعْتِكَافَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu al-l'tikafa Lillahi Ta'ala
Artinya:
"Aku berniat i'tikaf karena Allah."
2. Berdiam Diri di Masjid
Menghabiskan waktu untuk berdiam diri dalam masjid dan banyak berzikir, merenung, berdoa, bertasbih, dan membaca Al-Quran secara intensif.
3. Memulai I'tikaf Setelah Subuh
I'tikaf juga disarankan setelah Anda melaksanakan shalat Subuh, sesuai dengan ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah dalam hadits berikut.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ صَلَّى الْفَجْرَ ثُمَّ دَخَلَ مُعْتَكَفَهُ - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Artinya: "Dan dari Aisyah RA, ia berkata bahwasannya Nabi apabila hendak beri'tikaf beliau sholat subuh kemudian masuk ke tempat i'tikaf." (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Menghindari Perbuatan yang Tak Bermanfaat
Selama melaksanakan i'tikaf di masjid, hendaknya menjaga diri dari berbagai aktivitas yang tidak bermanfaat atau sia-sia. Kita turut dianjurkan untuk memperbanyak amalan dan bacaan berikut selama menjalani i'tikaf.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma Innaka Afuwwun Tuhibbu al-'Afwa Fa'fu Anni
Artinya:
"Ya Allah sesungguhnya Engkau Pemaaf, maka maafkanlah aku."
Amalan yang Dianjurkan saat I'tikaf
Selama menjalankan i'tikaf, Anda dapat mengisi waktunya dengan berbagai bentuk kegiatan yang bernilai pahala. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
1. Menjalankan shalat sunnah, seperti sholat tahiyatul masjid atau sholatul lail
2. Membaca dan tadarus Al-Quran
3. Berdzikir dan berdoa
4. Membaca literatur agama.
Hal-hal yang Membatalkan I'tikaf
I'tikaf dapat dibatalkan apabila seseorang memutuskan niatnya saat melakukan i'tikaf.
Selain itu, apabila keluar tanpa adanya udzur atau kepentingan mendesak, juga termasuk membatalkan i'tikaf. Adapun contoh udzur mendesak, seperti ingin berwudhu, membuang hajat, makan atau minum yang tidak bisa dilakukan di masjid, dan lain-lain.
Adapun hal lain yang dapat membatalkan i'tikaf adalah jika seseorang melakukan hubungan suami istri hingga mengeluarkan air mani, para ulama fikih sepakat bahwa hal ini turut membatalkan I'tikaf. Namun, jika hanya berupa sentuhan atau kedekatan yang tidak berlebihan serta tidak disertai dorongan syahwat, maka hal itu dipandang tidak membatalkan.
Artikel ini ditulis Siti Asyaroh, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom.
(afb/afb)











































