Hukum dan Bacaan Niat Puasa Sebulan Penuh, Persiapan Ramadan 1447 H

Hukum dan Bacaan Niat Puasa Sebulan Penuh, Persiapan Ramadan 1447 H

Aisyah Luthfi - detikSumut
Rabu, 18 Feb 2026 03:02 WIB
Happy Muslim family together making iftar dua to break fasting during Ramadan at the dining table at home focus on a bowl of dates. . High quality photo
Foto: Ilustrasi. (Getty Images/Malik Nalik)
Medan -

Niat adalah pondasi utama dalam ibadah puasa Ramadan. Tanpa niat, puasa seseorang bisa dianggap tidak sah secara fiqih.

Mayoritas umat Islam di Indonesia yang menganut Mazhab Syafi'i memahami bahwa niat puasa wajib dilakukan setiap malam sebelum terbit fajar. Namun, kesibukan atau rasa lelah bisa membuat kita lupa melafalkan niat di malam hari.

Lantas, adakah solusi agar puasa tetap sah meski lupa berniat? Bolehkah kita berniat puasa langsung untuk satu bulan penuh? Simak penjelasan hukum dan bacaan niatnya berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hukum Niat Puasa Langsung Sebulan Penuh

Melansir laman NU Online, dalam Mazhab Syafi'i, niat puasa Ramadan wajib diperbarui setiap malam. Namun, para ulama memberikan keringanan (rukhsah) dan solusi antisipatif dengan mengikuti (taqlid) pendapat Imam Malik.

Menurut Mazhab Maliki, niat puasa cukup dilakukan satu kali saja pada malam pertama bulan Ramadan untuk puasa satu bulan penuh. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Risalah Abi Zaid Al-Qairuwani:

ADVERTISEMENT

"Seseorang harus berniat puasa pada malam hari di awal Ramadan. Tidak ada kewajiban niat berpuasa pada setiap malam pada hari-hari selanjutnya."

Oleh karena itu, bagi pengikut Mazhab Syafi'i, hukum menggabungkan niat sebulan penuh di awal Ramadan adalah Sunnah. Tujuannya adalah sebagai langkah jaga-jaga atau antisipasi. Imam al-Qulyubi dalam kitab Hasyiyah Al-Qulyubi (II/66) menjelaskan:

ΩˆΩŽΩŠΩΩ†Ω’Ψ―ΩŽΨ¨Ω Ψ£ΩŽΩ†Ω’ ΩŠΩŽΩ†Ω’ΩˆΩΩŠΩŽ Ψ£ΩŽΩˆΩ‘ΩŽΩ„ΩŽ Ω„ΩŽΩŠΩ’Ω„ΩŽΨ©Ω Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ£ΩŽΩˆΩ’ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ ΩƒΩΩ„Ω‘ΩŽΩ‡Ω Ω„ΩΩŠΩŽΩ†Ω’ΩΩŽΨΉΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΩ‚Ω’Ω„ΩΩŠΨ―Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ₯ΩΩ…ΩŽΨ§Ω…Ω Ω…ΩŽΨ§Ω„ΩΩƒΩ فِي ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω Ω†ΩŽΨ³ΩΩŠΩŽ Ψ§Ω„Ω†Ω‘ΩΩŠΩ‘ΩŽΨ©ΩŽ ΩΩΩŠΩ‡Ω Ω…ΩŽΨ«ΩŽΩ„Ω‹Ψ§ Ω„ΩΨ£ΩŽΩ†Ω‘ΩŽΩ‡ΩŽΨ§ ΨΉΩΩ†Ω’Ψ―ΩŽΩ‡Ω ΨͺΩŽΩƒΩ’ΩΩΩŠ Ω„ΩΨ¬ΩŽΩ…ΩΩŠΨΉΩ Ψ§Ω„Ψ΄Ω‘ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω

"Disunahkan pada malam pertama bulan Ramadan untuk niat berpuasa sebulan penuh untuk mengambil memanfaatkan pendapat Imam Malik pada suatu hari yang lupa untuk berniat di dalamnya. Karena beliau menganggap niat tersebut mencukupi bila lupa niat pada malam-malam berikutnya di semua malam Ramadan." (Hasyiyah Al-Qulyubi, II/66)

Dari penjelasan di atas, maka detikers dianjurkan membaca niat puasa sebulan penuh pada malam pertama Ramadan. Namun, pada malam-malam selanjutnya, kamu tetap diwajibkan membaca niat harian.

Jika suatu malam kamu lupa, maka puasa di hari itu tetap sah karena sudah "tercover" oleh niat sebulan penuh di awal tadi.

Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh

Berikut adalah lafal niat puasa sebulan penuh yang bisa detikers baca pada malam pertama Ramadan.

1. Niat Puasa Sebulan Penuh

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†ΩŽ كُلِّهِ لِلهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Latin: Nawaitu shauma syahri Ramadhāna kullihī lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku sengaja berpuasa bulan Ramadan sekaliannya (sebulan penuh) karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Sebulan Penuh (Menurut Taqlid Imam Malik)

Lafal ini lebih spesifik meniatkan diri mengikuti Mazhab Maliki:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψ¬ΩŽΩ…ΩΩŠΩ’ΨΉΩ Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ±ΩŽΩ…ΩŽΨΆΩŽΨ§Ω†Ω Ω‡ΩŽΨ°ΩΩ‡Ω Ψ§Ω„Ψ³ΩŽΩ‘Ω†ΩŽΨ©Ω ΨͺΩŽΩ‚Ω’Ω„ΩΩŠΩ’Ψ―Ω‹Ψ§ لِلْΨ₯ΩΩ…ΩŽΨ§Ω…Ω Ω…ΩŽΨ§Ω„ΩΩƒΩ ΩΩŽΨ±Ω’ΨΆΩ‹Ψ§ لِلهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Latin: Nawaitu shauma jami'i syahri Ramadani hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah."

Tips Agar Puasa Tetap Sah

  1. Baca niat puasa sebulan penuh saat malam 1 Ramadan sebagai "cadangan" jika sewaktu-waktu lupa.
  2. Tetap berniat setiap malam. Jangan tinggalkan niat harian ("Nawaitu shauma ghadin...") setiap selesai shalat Tarawih atau saat sahur.
  3. Ingatlah bahwa niat tempatnya di hati, melafalkan dengan lisan hukumnya sunnah untuk memantapkan hati.

Semoga dengan mengamalkan niat ini, ibadah puasa kita di bulan suci Ramadan menjadi lebih tenang dan sempurna. Selamat menunaikan ibadah puasa, detikers!

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Suasana Menyambut Awal Ramadan 1447 H"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads