Pengurus Masjid Raya Al-Mashun Medan mulai melakukan berbagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Persiapan tersebut meliputi pembersihan masjid, perawatan fasilitas, hingga persiapan kegiatan berbuka puasa bersama untuk jamaah.
Pengurus Masjid Raya Al-Mashun Medan, Syahfrizal, mengatakan pembersihan menjadi langkah utama yang dilakukan menjelang Ramadan. Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, baik di dalam maupun di luar area masjid.
"Jelang Ramadan, persiapan pertama yang kita lakukan adalah bersih-bersih dan memperindah masjid. Pembersihan dilakukan skala kecil maupun skala besar, di dalam dan di luar ruangan," ujar Syahfrizal, Senin (16/2/26).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, perawatan masjid dilakukan dengan ekstra hati-hati karena Masjid Raya Al-Mashun merupakan masjid bersejarah sekaligus cagar budaya nasional.
"Masjid ini termasuk masjid bersejarah, bukan hanya di Kota Medan atau Sumatera, tapi juga nasional. Karena statusnya cagar budaya, perawatan harus mengikuti aturan," katanya.
Syahfrizal menjelaskan, untuk perbaikan ringan seperti perawatan pendingin ruangan (AC), pihak pengurus dapat langsung menanganinya. Namun, untuk perbaikan besar, pengurus wajib berkoordinasi dengan pihak terkait.
"Kalau ada kerusakan besar, seperti pintu atau jendela, kami harus melapor ke cagar budaya dan dinas terkait. Materialnya pun tidak boleh sembarangan, harus sesuai dengan bentuk aslinya. Kayu tetap kayu, tidak boleh diganti semen atau keramik," jelasnya.
Selain pembersihan dan perawatan, Masjid Raya Al-Mashun Medan juga menyiapkan kegiatan berbuka puasa bersama selama Ramadhan. Kegiatan ini terbuka untuk seluruh jamaah yang datang, tidak terbatas hanya jamaah rutin masjid.
"Setiap Ramadan kami selalu mengadakan buka puasa bersama. Ciri khasnya, kami menyajikan bubur yang dikenal dengan bubur Masjid Raya," ucap Syahfrizal.
Ia menambahkan, sejumlah persiapan lain juga telah dilakukan, seperti penataan taman, pemangkasan rumput, serta pembersihan area luar masjid. Selain itu, pihak masjid juga telah menggelar punggahan atau doa bersama sebagai bentuk penyambutan Ramadan.
"Punggahan sudah kami laksanakan malam Ahad kemarin, bersamaan dengan pawai obor. Isinya doa bersama dan saling memohon maaf, agar kita menyambut Ramadan dengan hati yang bersih," tuturnya.
Artikel ditulis A. Fahri Perdana Lubis, peserta maganghub Kemnaker di detikcom
Simak Video "Video: Mengetahui Awal Ramadan dari Perhitungan Sains"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































