Menanti Hasil Lab MBG yang Diduga Bikin 295 Murid Keracunan di Dairi

Round Up

Menanti Hasil Lab MBG yang Diduga Bikin 295 Murid Keracunan di Dairi

Nizar Aldi - detikSumut
Sabtu, 14 Feb 2026 09:31 WIB
Ilustrasi Kejadian Luar Biasa Keracunan Makanan Bergizi Gratis
Foto: Edi Wahyono
Dairi -

Sebanyak 295 murid dari SMK HKBP dan SMK Arina di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut), diduga keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG). Sampel MBG sedang diuji oleh Dinas Kesehatan Sumut dan hasilnya bakal keluar pekan depan.

Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Salman mengatakan jika murid yang diduga keracunan MBG keluar masuk rumah sakit. Total murid yang keracunan mencapai 295 murid dengan rincian SMK HKBP sebanyak 186 orang dan SMK Arina 109 orang.

"HKBP 186 orang, Arina 109 orang," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Salman saat dihubungi, Kamis (12/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MBG yang disantap murid kedua SMK itu disebut sama yakni SPPG Sidikalang 3. Murid SMK Swasta Arina Sidikalang menyantap MBG pada Selasa (10/2), sedangkan murid SMK Swasta HKBP Sidikalang makan MBG pada Senin (9/2).

Menu yang disantap murid yang diduga keracunan MBG adalah ayam dan ikan. Makanan disebut cenderung basi saat disantap.

ADVERTISEMENT

"Menurut laporan kepala sekolah kalau yang hari Senin yang menimpa sekolah HKBP ayam, pengakuannya ada yang belum matang dan cenderung basi, SMK Arini itu ikan, nasi mulai basi dan memunculkan aroma," ucapnya, Rabu (11/2).

Ada beberapa ciri-ciri yang dialami oleh murid yang diduga keracunan MBG. Seperti mual, muntah, diare, hingga pusing.

"Mual-mual, muntah-muntah, diare, sama pusing," ujarnya.

Hingga hari Kamis, (12/2), murid SMK HKBP yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 30 orang. Data itu dilaporkan per pukul 17.00 WIB.

"Berdasarkan laporan dari sekolah SMK HKBP sidikalang pada pukul 17.00 WIB rincian yang dirawat RSUD 19 orang dan RS Serenapita 11 orang lagi," ucapnya.

Sementara murid SMK Arina sebanyak 39 orang. Data itu dilaporkan per pukul 18.00 WIB.

"Sedangkan SMK Arina, pada pukul 18.00 WIb, di RSUD masih ada 32 dan Serenapita 7 orang lagi," sebutnya.

Sampel MBG Diuji Dinas Kesehatan Sumut

Kepala Badan Gini Nasional (BGN) Regional Sumatera Utara (Sumut) Agung Kurniawan mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan Labkesda Sumut. SPGG sendiri sudah dihentikan operasionalnya mulai hari ini.

"SPPG nya itu sementara sudah ditutup per besok, hari ini keluar suratnya," sebut Agung Kurniawan, Selasa (11/2).

Agung menjelaskan jika mereka masih menunggu hasil pemeriksaan lab. Sehingga pihaknya hingga saat ini belum dapat memastikan apakah keracunan karena MBG.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut bakal melakukan uji sampel bahan MBG. Sampel MBG mereka terima pada Rabu (11/2).

"Kita baru menerima sampel bahan makanan itu tadi pagi jam 10 di Laboratorium Kesehatan Daerah," kata Sekretaris Dinkes Sumut Hamid Rijal saat dihubungi, Rabu (11/2).

Hamid menjelaskan sampel yang mereka terima adalah menu makanan yang dikonsumsi pada Senin (9/2). Sementara untuk yang dikonsumsi oleh murid SMK Swasta Arina Sidikalang pada Selasa (10/2) belum mereka terima.

"Ini yang sudah kita terima uji sampel bahan makanannya itu yang menu yang di tanggal 9 (Februari)," jelasnya.

Waktu yang dibutuhkan untuk menguji sampel bahan makanan sendiri paling lama 5 hari kerja. Setelah itu baru dapat diketahui apakah ada zat yang berbahaya untuk tubuh.

"Secara SOP kami paling lama 5 hari kerja kita bisa mendapatkan hasil bahan makanan tersebut mengandung zat-zat atau bahan yang dinilai berbahaya untuk kesehatan," tuturnya.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads