Puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Di balik ibadah yang tampak sederhana ini, tersimpan berbagai keutamaan besar yang dijanjikan Allah SWT. Dikutip dari buku Seri Fiqih Kehidupan (5): Puasa karya Ahmad Sarwat, dijelaskan bahwa puasa memiliki kedudukan istimewa dibanding ibadah lainnya, baik dari sisi pengampunan dosa, pahala yang tak terhingga, hingga kemuliaan di akhirat kelak.
Keutamaan Puasa Ramadan
1. Diampuni Dosa
Salah satu keutamaan terbesar puasa adalah dihapuskannya dosa. Biasanya suatu amal dijanjikan pahala sebagai balasan. Namun puasa memiliki keistimewaan tersendiri, yakni menjadi sebab pengampunan dosa.
Setiap manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Dosa kerap terjadi tanpa disadari, baik karena meninggalkan kewajiban maupun melanggar larangan Allah SWT. Karena itu, pengampunan dosa menjadi anugerah yang sangat besar. Kesalahan yang pernah dilakukan dapat dihapus seakan tidak pernah terjadi.
Rasulullah SAW bersabda:
Siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang bangun malam Qadar dengan iman dan ihtisab, telah diampuni dosanya yang telah lalu.(HR. Bukhari Muslim).
Dalam hadis lain disebutkan:
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: "Shalat lima waktu dan juma't ke Jum'at berikutnya, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapus dosa (seseorang) di antara waktu tersebut selama ia menjauhi dosa-dosa besar." (HR. Muslim).
"Dosa seseorang kepada istrinya, hartanya, dirinya, anaknya dan keluarganya dihapuskan oleh shalat, puasa, sedekah, amar ma'ruf dan nahi munkar." (HR. Bukhari Muslim).
Pengampunan inilah yang bisa menjadi sebab keselamatan seseorang dari siksa neraka dan menjadi jalan menuju surga. Mengingat dosa sering kali lebih mudah terjadi dibanding mengumpulkan pahala, maka keutamaan ini menjadi sangat berharga.
2. Ibadah Puasa Khusus untuk Allah
Puasa memiliki posisi istimewa di sisi Allah SWT. Ibadah ini berbeda dengan amal lainnya yang dijanjikan pahala berlipat sepuluh hingga tujuh ratus kali. Untuk puasa, Allah sendiri yang menyatakan bahwa balasannya menjadi urusan-Nya secara langsung.
Dalam sebuah hadis disebutkan:
"Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. (HR. Muslim).
Artinya, pahala puasa tidak lagi dibatasi dengan hitungan tertentu. Para ulama menjelaskan bahwa balasan puasa bisa sangat besar hingga tidak terhingga nilainya. Hal ini karena puasa merupakan ibadah yang penuh keikhlasan, sebab hanya Allah yang benar-benar mengetahui apakah seseorang sungguh berpuasa atau tidak.
3. Mendapatkan 2 Kebahagiaan
Orang yang berpuasa dijanjikan dua kebahagiaan oleh Rasulullah SAW. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis:
Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. (HR. Muslim).
Kebahagiaan pertama dirasakan saat berbuka puasa. Setelah seharian menahan lapar, haus, dan keinginan diri, momen berbuka menjadi saat yang sangat dinanti. Kenikmatan itu tidak bergantung pada mewahnya hidangan. Bahkan seteguk air dan sebutir kurma bisa menghadirkan kebahagiaan yang tak tergantikan.
Adapun kebahagiaan kedua akan dirasakan ketika berjumpa dengan Allah SWT di akhirat. Saat itu, orang yang berpuasa akan melihat sendiri balasan yang Allah siapkan atas kesabarannya selama di dunia.
Simak Video "Video Keutamaan Puasa Arafah: Menghapuskan Dosa Selama 2 Tahun"
(astj/astj)