Ular Piton 7 Meter Patuk Warga di Sulsel, Langsung Dibunuh Ramai-ramai

Regional

Ular Piton 7 Meter Patuk Warga di Sulsel, Langsung Dibunuh Ramai-ramai

Nur Hidayat Said - detikSumut
Senin, 09 Feb 2026 06:01 WIB
Ular Piton 7 Meter Patuk Warga di Sulsel, Langsung Dibunuh Ramai-ramai
Ilustrasi ular piton. (Foto: Freepik/soosjozsef).
Selayar -

Ular piton sepanjang tujuh meter mematuk warga bernama Anto (30) saat memberi makan ternaknya di area hutan Kecamatan Bontomanai, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Beruntung korban berhasil meloloskan diri sebelum hewan melata itu melilit tubuhnya.

"Tidak sempat dililit karena langsung ji bisa menyelamatkan diri. Ularnya ular panjang, besar. Sekitar 7 meteran," ujar Kepala Desa Bontokoraang Nur Alim, Minggu (8/2/2026), melansir detikSulsel.

Peristiwa tersebut berawal saat korban hendak memberi makan ternak sapinya di area hutan Buhung Bo'dong, Desa Bontokoraang, Kecamatan Bontomanai, pada Sabtu (7/2) sore. Secara mendadak, predator itu muncul dan langsung menyambar kaki korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan dia itu peternak sapi. Jadi dia sapinya pergi kasih makan. Jadi dipatuk mi," kata Alim.

ADVERTISEMENT

Alim menyebutkan serangan predator tersebut hanya mengenai satu titik di bagian tubuh korban. Korban dipatuk sebanyak satu kali sebelum akhirnya berhasil melarikan diri untuk mencari bantuan.

"Kakinya. Itu ji kakinya, satu kali ji dianu (dipatuk)," jelasnya.

Setelah kejadian, korban yang terluka segera kembali ke kampung untuk meminta bantuan warga mencari keberadaan ular tersebut. Warga yang mendatangi lokasi kemudian mengeksekusi piton itu secara ramai-ramai di tengah hutan.

"Dia (korban) pergi ke kampung kasih tahu masyarakat. Masyarakat mi yang pergi bunuh itu ular ramai-ramai. (Ularnya) dipotong-potong di hutan. Dibuang, dibakar," ungkap Alim.

Meskipun sempat dilarikan ke RSUD KH Hayyung, Alim memastikan kondisi warganya tersebut kini sudah stabil. Dia menyebut penanganan medis segera dilakukan sesaat setelah korban tiba di rumah sakit.

"Sehat ji. Sempat (dibawa ke rumah sakit)," ucapnya.

Teror ular di Desa Bontokoraang ternyata bukan kali ini saja terjadi. Alim membeberkan insiden serupa menimpa pelajar yang tengah melintas menggunakan motor.

"Ada wargaku anak SMP pulang dari sekolah. Dia di atas motor langsung dipatuk. Itu sekitar 10 hari lalu. 4 meter itu ular. Dibunuh juga itu ular," bebernya.

Pemerintah desa kini meminta masyarakat waspada terutama saat memasuki area hutan di musim hujan. Kondisi cuaca yang lembap diduga menjadi penyebab utama satwa liar tersebut mulai keluar mencari mangsa hingga ke permukiman.

"Iya, saya sudah sampaikan bahwasanya harus hati-hati kalau masuk hutan karena ular juga itu sudah masuk di permukiman. Ini kan hujan, itu ular keluar," pungkasnya.




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads