Pneumonia pada Balita dan Cara Pencegahannya

Pneumonia pada Balita dan Cara Pencegahannya

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikSumut
Minggu, 08 Feb 2026 06:00 WIB
Pneumonia pada Balita dan Cara Pencegahannya
Ilustrasi kesehatan anak (Foto: Getty Images/Milos Dimic)
Medan -

Hingga saat ini, pneumonia masih menjadi ancaman terbesar bagi keselamatan balita di tingkat global. Data menunjukkan bahwa infeksi ini menyumbang sekitar 1,8 juta atau 20% dari total kematian anak, sebuah angka yang melampaui fatalitas akibat penyakit serius lainnya seperti AIDS, malaria, dan tuberkulosis.

Apa Itu Pneumonia?

Melansir situs Kemenkes, pneumonia adalah infeksi jaringan paru-paru (alveoli) yang bersifat akut. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari invasi bakteri, virus, jamur, hingga paparan zat kimia dan cedera fisik pada paru-paru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Penyebab Bakteri: Umumnya disebabkan oleh Streptococcus dan Mycoplasma pneumonia.
  • Penyebab Virus: Meliputi virus influenza, adenoviruses, rhinovirus, Respiratory Syncytial Virus (RSV), serta parainfluenza virus.

Penularan dan Gejala

Penyakit ini dikategorikan sebagai infeksi menular melalui udara (airborne). Penularan terjadi saat seseorang menghirup percikan droplet dari penderita yang batuk atau bersin, atau melalui kontak dengan benda yang telah terkontaminasi sekret saluran pernapasan.

ADVERTISEMENT

Gejala utamanya meliputi batuk serta sesak napas yang ditandai dengan frekuensi napas yang cepat dan adanya tarikan pada dinding dada bawah.

Selain itu, anak mungkin mengalami:

  • Demam dan sakit tenggorokan.
  • Napas berbunyi (mengi), mual, atau diare.
  • Penurunan nafsu makan, lemas, serta menjadi lebih rewel dari biasanya.

Kerentanan balita terhadap pneumonia tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik anak, tetapi juga perilaku orang tua dan kualitas lingkungan tempat tinggal. Beberapa faktor lingkungan yang meningkatkan risiko antara lain:

  • Hunian yang terlalu padat.
  • Polusi udara dalam ruangan akibat penggunaan bahan bakar padat (kayu bakar/arang).
  • Paparan asap rokok dari orang tua.

Selain itu, tingkat kesejahteraan ekonomi dan latar belakang pendidikan keluarga juga memiliki korelasi tidak langsung terhadap risiko pneumonia pada anak. Kemiskinan sering kali menjadi faktor kontributor utama dalam tingginya kasus ini.

Mengapa Anak-Anak Lebih Rentan?

Sistem kekebalan tubuh yang belum matang membuat anak-anak lebih mudah terinfeksi. Risiko ini semakin meningkat apabila anak:

  1. Tidak memperoleh ASI eksklusif.
  2. Mengalami malnutrisi.
  3. Memiliki riwayat infeksi seperti HIV atau campak.
  4. Tidak mendapatkan imunisasi lengkap.
  5. Memiliki riwayat lahir prematur.

Langkah Pencegahan bagi Orang Tua

Pneumonia ringan memang terkadang bisa ditangani tanpa rawat inap, namun pencegahan tetap menjadi langkah utama. Berikut adalah tindakan yang dapat dilakukan:

  1. Pemenuhan Nutrisi: Memberikan ASI selama 6 bulan pertama sangat krusial untuk membangun imun alami. Setelahnya, lengkapi dengan asupan sayur dan buah.
  2. Vaksinasi: Pastikan anak mendapatkan vaksin pneumonia (PCV) serta imunisasi pendukung seperti vaksin influenza, Hib, campak, dan DPT.
  3. Pola Hidup Bersih: Terapkan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan menjaga kebersihan lingkungan rumah serta pengolahan makanan.



(afb/afb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads