Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, erupsi. Letusan kali ini menjadi yang kedua dan disertai semburan abu vulkanik yang setinggi 600 meter dari puncak.
Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi di Kota Bukittinggi, Ahmad Rifandi mengatakan, letusan terjadi pukul 18.19 WIB dengan durasi sekitar 34 detik.
"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada tanggal 05 Februari 2026 pukul 18:19 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak," kata Ahmad Rifandi dalam keterangan tertulis yang diterima detikSumut.
Menurutnya, lontaran abu vulkanik yang terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,2 mili meter dan durasi 34 detik," jelasnya.
Marapi saat ini sudah berstatus waspada level II. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Marapi dari Siaga (Level III) ke Level II (Waspada) sejak 1 Desember 2024 silam.
Meski begitu, erupsi masih sering terjadi. Hari ini, erupsi juga terjadi pukul 11.27 WIB dengan lontaran abu vulkanik yang ketinggiannya tidak bisa terpantau karena kondisi cuaca.
Warga diminta untuk meningkatkan kehati-hatian, serta dilarang untuk beraktivitas pada radius 3 Kilometer dari kawah.
Warga yang tinggal di aliran sungai juga diingatkan untuk selalu waspada akan ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi.
Simak Video "Video: Gunung Marapi Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1,6 Km"
(nkm/nkm)