TomTom Traffic Index merilis daftar kota termacet di dunia. Berdasarkan data tersebut Indonesia masuk dalam daftar 20 kota termacet di dunia.
Aktivitas masyarakat yang padat, pertumbuhan kendaraan yang tinggi, dan keterbatasan infrastruktur jalan menjadi beberapa penyebab kemacetan. Kemacetan masih menjadi persoalan utama di sejumlah kota besar di Indonesia.
Lalu kota apa saja yang masuk daftar 5 besar kota termacet di Indonesia? Jika detikers jawab Jakarta, ternyata itu kurang tepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut daftar lima negara yang dinobatkan sebagai negara termacet di dunia versi TomTom Traffic Index:
5 Kota Termacet di Indonesia
1. Bandung
Dalam daftar kota termacet yang dirilis oleh TomTom Traffic Index, Bandung berada di posisi ke-16 sebagai kota termacet di dunia. Peringkat ini menempatkan Bandung sebagai kota termacet nomor 1 di Indonesia.
Peringkat ini menurun dari tahun sebelumnya yang berada di posisi 12 sebagai kota termacet dunia tahun 2024. Namun angka-angka kemacetan di Bandung konsisten bertahan dari tahun ke tahun sebagai kota termacet di Indonesia.
Dalam data TomTom Traffic Index 2025, tingkat kemacetan rata-rata di Bandung mencapai 64,1 persen. Perjalanan 10 km ditempuh dalam 32 menit 26 detik, masih mirip dengan angka tahun lalu yang mencapai 32 menit 37 detik. Kecepatan rata-rata di Bandung saat jam sibuk hanya 16,3 km/jam.
Tingkat kemacetan tersebut mengukur seberapa besar kemacetan memperlambat jaringan jalan dengan membandingkan waktu tempuh ideal tanpa hambatan dengan waktu tempuh rata-rata real-time. Perubahan infrastruktur, batas kecepatan, dan volume kendaraan dapat mempengaruhi data ini.
Kepadatan lalu lintas di Kota Kembang dipicu oleh tingginya volume kendaraan, terutama pada akhir pekan dan musim liburan, ketika arus wisatawan meningkat tajam.
2. Jakarta
Meski kerap dianggap sebagai kota paling macet di Indonesia, Jakarta justru tidak berada di posisi teratas dalam daftar ini. Namun demikian, kemacetan di ibu kota masih menjadi persoalan serius.
Jakarta menjadi kota nomor dua sebagai kota termacet di Indonesia. Data TomTom Traffic Index menyatakan bahwa tingkat kemacetan di Jakarta bertambah. Pada tahun 2025, tingkat kemacetan rata-rata di Jakarta mencapai 59,8 persen.
Sepanjang tahun 2025, rata-rata perjalanan sejauh 10 km di Jakarta ditempuh dalam 26 menit 19 detik dengan kecepatan rata-rata selama jam sibuk sekitar 17,8 km/jam.
Jakarta tercatat naik ke posisi 24 kota termacet di dunia dari posisi 90 tahun 2024. Tingginya mobilitas penduduk, aktivitas ekonomi yang terpusat, serta pertemuan arus kendaraan dari wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi membuat lalu lintas Jakarta tetap padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
3. Medan
Medan, Sumatera Utara juga masuk dalam daftar kota termacet di Indonesia. Medan menduduki peringkat 54 kota termacet dunia. Tingkat kemacetan di Medan mencapai 54,2 persen dengan rata-rata perjalanan 10 km ditempuh dalam 31 menit 55 detik.
Pertumbuhan kendaraan yang pesat di kota ini tidak sepenuhnya diimbangi dengan pengembangan infrastruktur jalan yang memadai. Aktivitas perdagangan dan transportasi barang di pusat kota kerap menyebabkan kepadatan lalu lintas, khususnya di kawasan pasar dan jalur utama yang menjadi penghubung antar wilayah.
4. Palembang
Palembang dinobatkan sebagai kota termacet nomor empat di Indonesia. Kota ini menduduki peringkat 66 kota termacet di dunia. Tingkat kemacetan di Palembang adalah 52,7 persen dengan rata-rata perjalanan 10 km ditempuh dalam 28 menit 18 detik.
Kemacetan di Palembang dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah kendaraan pribadi serta aktivitas perkotaan yang terus berkembang.
5. Surabaya
Sebagai kota metropolitan terbesar di Jawa Timur, Surabaya menghadapi tantangan lalu lintas yang cukup kompleks. Kota ini berada di peringkat kelima sebagai kota termacet di Indonesia sekaligus berada di posisi ke-164 sebagai kota termacet dunia.
Tingkat kemacetan 43,7 persen dengan rata-rata perjalanan 10 km ditempuh dalam 27 menit 54 detik. Aktivitas industri, perdagangan, dan pelabuhan membuat arus kendaraan berat dan kendaraan pribadi bertemu di banyak titik dan menyebabkan kemacetan.
Simak Video "Video: Bandung Masuk Peringkat 16 Kota Termacet di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































