Aceh

Aceh Timur Kebut Pembangunan Huntara

Agus Setyadi - detikSumut
Rabu, 04 Feb 2026 13:40 WIB
Foto: Banjir di Aceh Timur begitu tinggi jika dilihat dari bekas jejak genangan air dan lumpurnya. (dok BNPB)
Aceh Timur -

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mengebut pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana. Warga diharapkan dapat segera tinggal di tempat lebih layak.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, progres pembangunan Huntara di Aceh Timur telah mencapai 1.367 unit untuk insitu dan 201 unit skema komunal. Jumlah itu disebut bagian dari total keseluruhan huntara yakni 2.592 unit.

"Kita fokus mengejar progres pembangunan Huntara di seluruh wilayah terdampak. Target kita jelas, masyarakat harus segera mendapatkan tempat tinggal sementara yang aman dan manusiawi. Karena itu, koordinasi dengan semua pihak terus kita perkuat," kata Iskandar dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan laporan sementara progres harian, kata Iskandar, total rumah rusak berat (RB) di Aceh Timur tercatat sebanyak 3.844 unit. Sementara data terverifikasi hunian (DTH) mencapai 432 unit dengan 373 unit telah terbit rekening dan sisanya masih dalam proses validasi.

Menurutnya, pembangunan Huntara dilaksanakan oleh 24 vendor melalui dua skema yakni insitu dan komunal. Untuk skema insitu dari total 2.592 unit yang direncanakan, sebanyak 198 unit telah selesai 100 persen, 439 unit berada pada progres di atas 50 persen, dan 730 unit masih di bawah 50 persen.

"Material bangunan juga telah tersedia di lokasi untuk 1.225 unit," jelasnya.

Mantan anggota DPR Aceh itu menjelaskan, pembangunan Huntara skema komunal menunjukkan progres sebanyak 201 unit, dengan 102 unit telah rampung sepenuhnya. Material bangunan telah tersedia untuk 85 komunal, serta pematangan lahan sedang berlangsung di Kecamatan Simpang Jernih dan Kecamatan Serba Jadi.

"Kami minta seluruh pelaksana di lapangan bekerja sesuai standar. Huntara ini bukan sekadar bangunan, tapi tempat masyarakat memulai kembali kehidupan mereka setelah bencana," ujarnya.

Iskandar menyebutkan, Kecamatan Pante Bidari menjadi wilayah dengan penerima manfaat terbanyak yaitu 1.541 unit, disusul sejumlah kecamatan lain seperti Rantau Peureulak, Serba Jadi, dan Simpang Jernih.

"Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memastikan pengawasan lapangan akan terus ditingkatkan agar pembangunan Huntara berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat," jelas politikus Partai Aceh itu.



Simak Video "Video: BNPB Ungkap Progres Pembangunan Hunian Tetap-Sementara di Sumatera"

(agse/dhm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork