Tahapan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026 ditargetkan dimulai pekan depan. Anggaran tahun ini difokuskan untuk penanganan pasca bencana.
Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA mengatakan, tim anggaran pemerintah Aceh (TAPA) bersama Banggar DPR Aceh telah selesai membahas dan menindaklanjuti hasil evaluasi APBA 2026 dari Kemendagri. Berbagai rasionalisasi dan penyesuaian program disebut telah dilakukan terutama terkait dengan program-program sesuai kondisi kebencanaan di Aceh.
Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) mulai hari ini akan melakukan input SIPD berdasarkan rasionalisasi program hasil tindak lanjut evaluasi tersebut. Untuk input ditargetkan selesai besok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan demikian, dapat kami sampaikan bahwa APBA 2026 mulai minggu ke-2 Februari akan mulai memasuki tahapan realisasi," kata MTA kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, Pemerintah Aceh memastikan tindak lanjut hasil evaluasi Kemendagri benar-benar berdasarkan kondisi faktual kebencanaan dan berpihak kepada kepentingan rakyat Aceh yang lebih baik. Dia mengajak semua pihak secara bersama-sama membangun Aceh.
"Dari berbagai kesempatan gubernur selalu mengharapkan kepada semua pihak untuk selalu menjaga persatuan untuk Aceh lebih baik bangkit dari bencana ini," jelas MTA.
Diketahui, Rancangan Qanun Aceh tentang APBA 2026 disahkan dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPR Aceh, Kamis (27/11/2025). Pengesahan dihadiri Gubernur Aceh dan anggota DPRA dalam sidang yang dipimpin Wakil Ketua DPRA Saifuddin Muhammad.
Adapun rincian pagu anggaran dalam Rancangan Qanun APBA 2026 adalah pendapatan Rp11,6 triliun, dan belanja Rp 10,8 triliun.
(agse/nkm)











































