Bencana yang melanda 18 daerah di Aceh tidak berpengaruh terhadap kunjungan turis asing akhir tahun. Pada Desember 2025, jumlah wisatawan meningkat hingga 33,15 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), turis asing yang berkunjung sebanyak 4.386 orang atau meningkat dibandingkan sebulan sebelumnya. Bila dibandingkan dengan Desember 2024, kunjungan juga mengalami kenaikan sebesar 28,31 persen.
BPS mendata kunjungan lewat dua pintu masuk utama yaitu Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar dan Pelabuhan Balohan, Sabang. Turis ke Aceh masih didominasi warga Malaysia sebanyak 3.270 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plh Kepala BPS Provinsi Aceh, Tasdik Ilhamudin, mengatakan negara lain yang masuk dalam tiga besar kunjungan adalah Inggris 263 orang, dan Australia sebanyak 213 orang. Secara keseluruhan dari Januari hingga Desember, kunjungan turis Malaysia sebanyak 33.679 orang, Singapura 714 orang, dan Australia 588 orang.
"Secara agregat, selama periode Januari-Desember 2025 jumlah wisman yang berkunjung ke Aceh mencapai 46.325 kunjungan, mengalami peningkatan sebesar 35,86 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 (c-to-c) yang berjumlah 34.097 kunjungan," kata Tasdik dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Meski kunjungan wisatawan meningkat, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Aceh pada Desember sebesar 27,53 persen atau turun 3,74 persen dibandingkan November. Bila dibandingkan Desember tahun 2024, angkanya juga turun 9,89 persen.
"TPK hotel non-bintang pada Desember 2025 adalah sebesar 15,81 persen, turun 2,31 persen poin dibandingkan November, juga turun 6,68 persen poin dibandingkan Desember 2024," jelas Tasdik.
(astj/astj)











































