Waspadai Nyeri di Leher, Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung

Waspadai Nyeri di Leher, Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung

Averus Kautsar - detikSumut
Kamis, 15 Jan 2026 06:00 WIB
Waspadai Nyeri di Leher, Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung
Foto: Ilustrasi. (Getty Images/Prostock-Studio)
Jakarta -

Nyeri yang terjadi di leher jangan dianggap sepele, bisa jadi merupakan gejala penyakit jantung. Selama ini salah satu gejala yang paling umum dari penyakit tersebut yakni nyeri dada.

Dilansir detikHealth, nyeri yang terjadi di leher dapat disebabkan oleh kondisi langka spontaneous coronary artery dissection (SCAD). Hal tersebut terjadi saat ada lapisan arteri koroner yang terlepas dari dinding luarnya, sehingga membuat darah merembes ke antara lapisan tersebut dan memicu bekuan darah.

Kondisi itu dapat menyebabkan serangan jantung jika membesar hingga menghambat ke aliran darah ke jantung. Namun, ahli masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab SCAD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SCAD biasanya terjadi secara tiba-tiba, bahkan pada orang tanpa faktor risiko penyakit jantung. Kondisi ini paling banyak dialami pada perempuan usia 45-53 tahun, tapi tidak tertutup kemungkinan dialami siapa saja.

"Kondisi ini saat ini tidak dapat diprediksi maupun dicegah. Penting untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala SCAD agar dapat didiagnosis sedini mungkin," kata British Heart Foundation (BHF), dikutip dari Mirror, Selasa (13/1/2026).

ADVERTISEMENT

Adapun ciri-ciri nyeri leher akibat SCAD yakni terasa seperti sesak. Bahkan nyerinya juga bisa terasa di tempat lain seperti rahang, lengan, punggung, atau perut.

Berikut ini beberapa gejala lain yang muncul seperti:

  • Nyeri dada.
  • Rasa sesak atau nyeri pada lengan, leher, rahang, punggung, atau perut.
  • Pusing atau merasa melayang.
  • Mudah lelah atau sesak napas.
  • Mual.
  • Berkeringat atau terasa dingin dan lembap.

Jika mengalami gejala tersebut, pasien diharapkan bisa segera melakukan pemeriksaan. Karena sifatnya yang tidak terduga, umumnya SCAD baru teridentifikasi setelah terjadi kejadian medis lain, seperti serangan jantung.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan apakah gejala yang muncul berkaitan dengan SCAD atau tidak, sehingga penanganan lanjutan menjadi lebih baik.

Artikel ini telah tayang di detikHealth, baca selengkapnya di sini




(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads