Balita perempuan berusia 4 tahun, AS, yang terkena peluru nyasar di Belawan, Kota Medan telah selesai menjalani operasi di RSUP Adam Malik. Kini kondisinya berangsur pulih.
Ibu korban, Romanda Siregar mengatakan, operasi telah selelsai dilakukan dan berjalan lancar.
"Sudah, anak saya sudah dioperasi. Operasinya kemarin dan alhamdulillah pelurunya sudah diambil," kata Romanda, Sabtu (10/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Romanda menyebut peluru yang bersarang di bagian mata anaknya tidak sampai mengenai bola mata.
"Alhamdulillah, dari pemeriksaan dokter, peluru tidak mengenai mata," ujarnya.
Pasca operasi, kondisi AS kini membaik. Balita perempuan tersebut saat ini sudah bisa melihat seperti semula.
"Saat ini anak saya sudah seperti biasa lagi, sudah sehat, matanya bisa melihat," ucapnya.
Meski begitu, tim dokter belum memperbolehkan anaknya pulang. Sebab, AS masih harus menjalani perawatan dan pemeriksaan medis.
"Belum, belum ada saran untuk pulang," katanya.
Sebelumnya, seorang bocah perempuan berinisial AS (4) diduga tertembak peluru nyasar saat terjadi tawuran di Kecamatan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Peluru itu mengenai area matanya.
Ibu korban, Romanda Siregar (33) mengatakan peristiwa itu terjadi di depan kantor Pos Belawan, Kecamatan Medan Belawan, Senin (5/1/2026) sekira pukul 19.30 WIB. Saat itu, dia dan anaknya tengah menaiki becak.
"Kami pas lagi naik becak, waktu itu ada orang tawuran antar kampung," kata Romanda saat diwawancarai di RSUD Pirngadi Medan, Selasa (6/1).
Lalu, tiba-tiba anaknya menangis sambil memegang bagian matanya. Tak lama, Romanda melihat bagian mata anaknya keluar darah. Dia tidak mengetahui pasti arah peluru tersebut.
"Kita nggak tahu datang dari mana, langsung keluar darah," jelasnya.
Sementara pascakejadian itu, polisi menangkap tiga terduga pelaku tawuran yang diduga menembakkan senapan angin hingga mengenai mata balita tak bersalah saat tawuran di Kecamatan Medan Belawan, Medan. Satu dari tiga pelaku yang ditangkap merupakan otak aksi tawuran tersebut
"Tiga orang pelaku berinisial RG (Rapli Gunawan), MI (Muhammad Iqbal), dan AA (Aditya Armada). Ketiganya diamankan di Jalan Pulau Irian, Lingkungan XI, Kelurahan Belawan Bahari, pada Rabu, 6 Januari 2026, sekitar pukul 02.30 WIB," kata Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Wahyudi Rahman, dikonfirmasi detikcom Rabu (7/1/2026) malam.
Berdasarkan hasil interogasi, masing-masing pelaku memiliki peran berbeda. Namun, RG diduga menjadi otak pelaku tawuran tersebut.
Aditya Armada, pelaku tawuran yang mengakibatkan balita terkena tembakan di Belawan (Foto: dok. Polres Pelabuhan Belawan)
"Rapli Gunawan mengakui telah terlibat dalam aksi tawuran dan membawa senapan angin berwarna biru, ia juga berperan mengumpulkan para pelaku tawuran,"ungkapnya.
AA mengaku ikut tawuran karena motif dendam. Sedangkan MI berperan sebagai penyedia senjata tajam dan ikut tawuran setelah diajak Rapli.
"Tawuran tersebut dilakukan bersama sejumlah rekan mereka, di antaranya Rapli (membawa senapan angin), Farit (membawa senapan angin), Akbar dan Luis (membawa celurit), Wahyu (membawa corbek), Jaki (membawa kelawang), Baron (membawa parang dan tameng), Adit (membawa samurai), Eston (membawa celurit), serta Pajar yang berperan melempar batu," jelasnya.
Minta Pelaku Dihukum Berat
Ibu korban Romanda Siregar (33) berharap pelaku yang telah ditangkap aparat kepolisian mendapat hukuman berat.
"Pelaku, kalau bisa, dihukum berat," kata Romanda saat dihubungi detikSumut via telepon, Kamis (8/1/2025).
Menurut Romanda, hukuman berat terhadap pelaku dibutuhkan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi ke depannya. Ia tidak ingin ada korban lain setelah kejadian ini.
"Supaya dia jera, supaya tidak membuat tawuran seperti ini lagi," ujarnya.
Menurutnya, tawuran antawarga di Belawan sudah sering terjadi dan meresahkan. Bahkan akibat tawuran yang terjadi sampai ada menimbulkan korban jiwa.
Oleh karena itu, Romanda juga berharap aparat penegak hukum serius menangani peristiwa tawuran yang kerap terjadi di Belawan.
"Saya minta setelah peristiwa ini tidak ada lagi kejadian seperti ini, karena sudah banyak memakan korban. Seperti saya ini, jarang keluar, tetapi sekali keluar justru menjadi korban karena nasib nahas. Saya berharap semua ini bisa berakhir," pungkasnya.
Simak Video "Video: Wamenkes soal Kasus Balita Keluarkan Cacing dari Mulut-Hidung"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)











































