Manfaat Ruang Terbuka Hijau untuk Kesehatan Mental Berdasarkan Studi

Manfaat Ruang Terbuka Hijau untuk Kesehatan Mental Berdasarkan Studi

Siti Asyaroh - detikSumut
Kamis, 01 Jan 2026 09:28 WIB
Manfaat Ruang Terbuka Hijau untuk Kesehatan Mental Berdasarkan Studi
Foto: Taman Cadika Medan ( Siti Asyaroh/detikcom)
Medan -

Di tengah ritme hidup modern yang serba cepat, tekanan psikologis semakin menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Stres, kecemasan, dan kelelahan mental kerap muncul akibat padatnya aktivitas, paparan layar berlebihan, serta minimnya waktu untuk beristirahat.

Dalam konteks ini, Ruang Terbuka Hijau (RTH) hadir bukan sekadar sebagai elemen estetika kota, tetapi juga sebagai kebutuhan penting bagi kesehatan mental masyarakat. Berbagai studi ilmiah menunjukkan bahwa akses dan interaksi dengan RTH seperti taman kota, hutan kota, dan jalur hijau berkaitan erat dengan penurunan tingkat stress.

Masyarakat Perkotaan Lebih Berisiko Alami Tekanan Psikologis

Merujuk pada data dari Jurnal Sains dan Seni Institut Teknologi Sumatera bertajuk Ruang Publik untuk Kesehatan Mental Masyarakat Perkotaan mengungkap masyarakat perkotaan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan tersebut akibat beragam faktor yang saling berkaitan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, jurnal yang sama menyebut pola hidup serta karakter lingkungan perkotaan kerap memberi tekanan tersendiri bagi kondisi psikologis warga kota, sehingga diperlukan ruang atau sarana yang mampu berperan dalam pencegahan sekaligus membantu mengurangi gangguan kesehatan mental pada masyarakat urban. Maka RTH menjadi salah satu opsi pencegahan terjadinya gangguan kesehatan mental masyarakat urban.

Menurut UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang memaparkan RTH adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Sebuah penelitian yang dilakukan di Washington dengan melibatkan 4.338 anak kembar menelaah hubungan antara akses terhadap ruang terbuka hijau, aktivitas fisik, dan kesehatan mental.

ADVERTISEMENT

Hasil studi ini mendukung hipotesis bahwa semakin baik akses ke ruang terbuka hijau, semakin rendah tingkat depresi yang dialami. Temuan tersebut sejalan dengan pandangan akademisi.

RTH Berdampak Terhadap Kesehatan Mental

Dosen Psikologi Universitas Sumatera Utara, Ridhoi Meilona Purba, menyebut RTH menjadi area terbuka yang ditumbuhi berbagai jenis vegetasi dan memiliki beragam fungsi, mulai dari ekologis sebagai paru-paru kota, sosial dan rekreatif sebagai ruang interaksi warga, hingga estetika, edukasi, dan penunjang tata kota.

"Selain mudah diakses dan relatif ekonomis, RTH berpotensi menjadi ruang rekreasi yang berdampak positif bagi kesehatan mental," ucap perempuan yang akrab disapa Dhoi.

RTH di perkotaan, imbuh Dhoi, hadir dalam berbagai bentuk, seperti taman dan kebun kota, atap hijau, lanskap di sekitar bangunan, pohon jalanan, hutan komunitas, hingga lahan basah.

"Aktivitas di ruang terbuka hijau diketahui dapat membantu memperbaiki suasana hati, mengurangi tekanan psikologis, serta meningkatkan kemampuan individu dalam mengelola stres," kata dia.


Artikel ini ditulis Siti Asyaroh, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pengamat Sebut Taman di Jakarta Tak Sebanding dengan Populasi"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads