KSAD Sebut Operasional Pembangunan Jembatan di Sumatera Pakai Dana Swadaya

Duka dari Utara Sumatera

KSAD Sebut Operasional Pembangunan Jembatan di Sumatera Pakai Dana Swadaya

Retno Ayuningrum - detikSumut
Selasa, 30 Des 2025 16:30 WIB
KSAD Sebut Operasional Pembangunan Jembatan di Sumatera Pakai Dana Swadaya
Foto: Dok YouTube Setpres
Medan -

Pemerintah terus mengebut pembangunan jembatan yang terputus di Sumatera karena terdampak bencana. Namun, anggaran operasional pembangunan masih menggunakan dana swadaya.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mulanya menjelaskan proses pengadaan jembatan memerlukan proses panjang. Bahkan untuk jembatan jenis bailey, stok di dalam negeri dan luar negeri sangat terbatas.

"Alhamdulillah presiden kita sudah merencanakan pembelian jembatan bailey dari luar negeri. Itu pun hampir tidak ada ready stock. Jadi, dikumpulkan dari beberapa negara untuk bisa menyuplai ke tempat bencana ini," ujar Maruli saat rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana yang disiarkan YouTube DPR RI, Selasa (30/12/2025) dikutip detikFinance.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Satgas Percepatan Perbaikan Jembatan itu menambahkan, sejauh ini sudah ada 24 jembatan bailey yang diperlukan berdasarkan hasil surveinya. Namun, ia memperkirakan jumlah tersebut terus bertambah.

ADVERTISEMENT

"Kami mengumpulkan semua jembatan bailey se-Pulau Jawa, bahkan dari PU Kalimantan Timur dikumpulkan. Dari Lampung juga kita kirim semua," jelas Maruli.

Tak hanya jembatan bailey, pihaknya juga mengamankan jembatan armco. Bahkan ia sampai memborong habis seluruh produksi pabrik agar penanganan di Aceh tidak terhenti. Maruli menyebut setidaknya dibutuhkan 39 jembatan armco di Aceh.

"Untuk Armco, pabrik-pabrik itu kita borong semua habis, suruh bikin lagi habis. Udah tiga tahap kita kerjakan. Itu juga, bisik-bisik Bapak saja, masih utang Pak. Nggak ada masalah, sebetulnya masih bisa berlanjut," tambah ia.

Maruli mengaku operasional tim masih mengandalkan dana swadaya karena keterbatasan pemahaman mengenai sistem keuangan. Ia mengungkapkan kemampuan finansial ini mungkin bertahan hingga pertengahan bulan depan.

"Memang ini perlu disampaikan sampai dengan saat ini belum mengerti sistem keuangannya. Kita swadaya semua ini. Sementara mungkin pertengahan bulan depan masih kuat, pak, setelah itu.. gorek-gorek. Kami keterbatasan pengetahuan prosedur sebetulnya. Tahunya dulu, dikasih uang, kerja," katanya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video KSAD Geram Baut Jembatan Bailey Dibongkar: Ada Orang Sebiadab Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads