Danantara bersama BUMN melepas 1000 relawan BUMN dalam penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera. Ada 106 truk bantuan yang diberangkatkan dari Medan menuju Aceh.
Berdasarkan pantauan detikSumut, Jumat (19/12/2025), sejumlah truk bantuan dari BUMN terparkir di area kargo Kualanamu pagi ini. Selain itu, seribuan relawan juga turut mengikuti apel pagi yang dipimpin Chief Operating Office (COO) Danantara Dony Oskaria.
"Hari ini sebagai bentuk kepedulian Danantara dan BUMN memberikan bantuan 106 truk terdiri dari pakaian baru, obat-obatan, kemudian bahan makanan, air bersih, dan juga BBM. Kemudian kami juga kirimkan alat-alat salat termasuk juga anak-anak kita bawakan susu, pampers, dan lain-lainnya," ungkap Chief Operating Office (COO) Danantara Dony Oskaria saat apel pagi keberangkatan bantuan bencana di Medan, Jumat (19/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bentuk dari tanggung jawab dari BUMN sebagaimana kami sampaikan bahwa BUMN milik rakyat Indonesia, jadi ini bukan suatu kewajiban tapi memang sudah menjadi tanggung jawab," sambungnya.
Lebih lanjut, Dony menyebut bahwa ada lebih dari 1000 relawan BUMN yang turun ke daerah terdampak bencana untuk melakukan pemulihan.
"Kita punya 1066 relawan yang kita harapkan akan membantu di daerah terdampak. Nanti terus akan kita pantau dan memang tim kita di lapangan juga berjibaku untuk melakukan perbaikan sesegera mungkin dapat dirasakan oleh masyarakat yang terdampak," ujarnya.
"Nanti akan kita kirimkan bergantian, setiap orang akan ada batas waktunya. Nanti akan kita review, ini kan tahap pertama ya nanti akan kita lihat kekuatan mereka seperti apa, nanti kita akan kirim lagi relawan berikutnya," lanjut Dony.
Sementara itu, Donny menyebutkan dari tahapan pemulihan pascabencana, Danantara Indonesia dan BP BUMN juga mempersiapkan pembangunan sekitar 15.000 unit Huntara (hunian sementara) di sejumlah lokasi terdampak bencana.
Pembangunan hunian sementara tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
"Saat masa recovery kami sudah menyiapkan memberi bantuan untuk hunian termasuk menyediakan lahan dari PTPN, kemudian menyediakan bantuan untuk tahap awal ini kita mengalokasikan lebih 10 ribu Huntara yang kita siapkan untuk masyarakat terdampak," ucapnya.
BRI Kerahkan 150 Relawan
Sementara itu, Regional CEO BRI Region 1/Medan, John Sarjono mengatakan pihaknya mengerahkan 150 relawan serta dukungan 16 armada truk pembawa bantuan kemanusiaan untuk mendukung penanganan tanggap darurat dan pemulihan bencana.
"BRI adalah milik rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap kali rakyat membutuhkan, kehadiran kami bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Sejak awal terjadinya bencana, kami menegaskan bahwa kehadiran BRI bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab sebagai perusahaan milik negara," ujar John Sarjono.
Sejak awal terjadinya bencana, melalui beberapa unit kerja terdekat di wilayah bencana BRI bergerak cepat dengan melakukan pemetaan kebutuhan di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Relawan ikut membantu mendistribusikan bantuan ke lokasi terdampak bencana. (Foto: dok. BRI) |
Tidak hanya fokus pada fase tanggap darurat, BRI juga berperan aktif dalam mendukung proses pemulihan pascabencana John menambahkan, komitmen BRI dalam membantu pemulihan bencana Sumatera Utara dan Aceh tidak hanya hadir pada fase tanggap darurat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pemulihan jangka menengah dan panjang di wilayah terdampak bencana
Melalui program BRI Peduli, BRI akan terus berkontribusi secara berkelanjutan guna membantu masyarakat bangkit dan kembali menjalankan aktivitas sosial maupun ekonomi.
Simak Video "Video Haka Keluhkan Sulitnya Akses Pengiriman Bantuan ke Warga Aceh"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)












































