Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bantuan senilai Rp 5 miliar untuk korban bencana banjir dan longsor di Provinsi Sumatra Utara. Bantuan tersebut berupa makanan, pakaian, obat-obatan dan peralatan untuk membersihkan rumah pascabanjir.
Gubernur Khofifah menyebut, pihaknya juga mewakili masyarakat Jawa Timur untuk menyampaikan dukacita terhadap korban bencana di Sumut.
"Kami hadir di sini mewakili Pemprov lalu Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan masyarakat Jawa Timur kami ingin menyampaikan belasungkawa, dukacita atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Sumut ini. Kami juga merencanakan untuk melakukan hal yang sama ke Sumatra Barat dan juga Aceh," ujar Khofifah usai memberikan bantuan di posko darurat bencana Sumut di Medan, Minggu (30/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khofifah menyinggung terkait perubahan iklim yang menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan kewaspadaan dan antisipasi.
"Jadi climate change ini menjadi PR dunia dan bersama-sama kita melakukan mitigasi kewaspadaan dan antisipasi bersama. Kita pada saat seperti ini tentu dorongan kita adalah membangun kegotong royongan, empati kita, karena pada dasarnya intisari Pancasila itu gotong royong," tambahnya.
Dikatakannya, pihak pemerintah dan masyarakat Jawa Timur ingin menjadi bagian dalam menyediakan kebutuhan korban terdampak bencana. Harapannya, kata Khofifah, dapat membantu dalam proses tanggap darurat bencana.
"Meskipun kecil, kita berharap bisa membantu hal-hal yang dibutuhkan pada proses tanggap darurat ini. Harapan kita sesungguhnya kita ingin hadir pada proses evakuasi. Karena evakuasi ini membutuhkan tim yang sangat banyak," katanya.
Wakil Gubernur Sumatra Utara, Surya yang menerima bantuan tersebut mengucapkan terima kasih kepada pihak Pemprov Jawa Timur. Ia menyebut bencana di wilayah Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) juga ditangani oleh pemerintah pusat.
"Kami atas nama pemerintah dan atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada ibu gubernur Jawa Timur yang begitu perhatian serius kepada masyarakat Sumut. Khususnya karena yang berdampak ini bukan hanya Sumut tapi juga Aceh, dan Sumbar. Maka penanganannya ini secara khusus itu diambil alih oleh BNPB, yaitu pemerintah pusat," ujar Surya.
Surya menyebut, dirinya menggantikan Gubernur Sumut Bobby Nasution yang tengah meninjau lokasi bencana di Tapanuli Tengah dan Sibolga.
"Saya yang menerima karena kebetulan pada hari ini pak gubernur sedang berada posisi di wilayah Tapanuli Tengah, Sibolga, selama gubernur berada di wilayah terdampak bencana saya diberi amanah untuk di posko ini dan pada hari ini menerima ibu gubernur Jatim. Jadi bantuan kemanuasiaan ini ada berbentuk pangan, sandang, obat-obatan, semuanya itu senilai lebih kurang Rp 5 miliar," tutupnya.
(nkm/nkm)











































