Pekerja Proyek Tertimbun Longsor di Taput, 3 Tewas-2 Hilang

Pekerja Proyek Tertimbun Longsor di Taput, 3 Tewas-2 Hilang

Finta Rahyuni - detikSumut
Minggu, 30 Nov 2025 10:32 WIB
Teks foto: Tim SAR gabungan saat mencari korban tertimbun longsor. (Foto: dok. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan)
Tim SAR gabungan saat mencari korban tertimbun longsor. (Foto: dok. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan)
Tapanuli Utara -

Sejumlah pekerja tertimbun longsor yang terjadi di area Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM), Kecamatan Aek Sibundong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut). Saat ini, tiga korban ditemukan dalam keadaan tewas, sedangkan dua korban masih dalam pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan longsor terjadi pada Rabu (26/11/2025). Longsor terjadi usai diterjang hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir.

"Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menimpa area kerja proyek, mengakibatkan beberapa pekerja tertimbun," kata Hery, Minggu (30/11).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai menerima laporan itu, petugas SAR gabungan menuju lokasi untuk mencari keberadaan para korban. SAR melakukan pencarian dengan menggunakan alat-alat ekstraksi ringan dan ekskavator.

Pada Jumat (28/11), korban pertama bernama Farida ditemukan sekira pukul 15.55 WIB. Lalu, korban kedua bernama Gidion ditemukan pukul 17.28 WIB.

"Kedua korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga melalui unsur terkait," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Setelah menemukan kedua korban, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian pada Sabtu (29/11). Pada pukul 16.19 WIB, petugas menemukan satu lagi korban bernama Anggiat Manalu (36), tak jauh dari lokasi longsor. Hari ini, pencarian kepada kedua korban lainnya akan dilanjutkan.

"Hingga saat ini, dua korban lainnya masih belum ditemukan. Tim terus melanjutkan pencarian dua korban yang masih dinyatakan hilang dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan di area lereng yang masih berpotensi bergerak," pungkasnya.




(nkm/nkm)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads