Bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar) yang terjadi sejak beberapa hari terakhir meluas ke 13 kabupaten kota. Pemprov Sumbar menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari.
"Sementara sesuai laporan ada 13 daerah yang terdampak. Dalam hitungan kerugian, sekitar Rp 4,9 miliar. Tapi data itu masih terus bergerak, karena tim masih berada di lapangan," kata Jubir BPBD Sumbar, Ilham Wahab, kepada detikSumut, Rabu (26/11/2025).
13 daerah yang terdampak bencana di Sumbar yakni Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Tanah Datar, Agam, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kota Pariaman, Pasaman Barat, dan Kota Bukittinggi. Selain itu juga ada Kota Solok, Padang Panjang, Limapuluh Kota, Pasaman.
Dari 13 daerah itu, Padang Pariaman yang paling parah terdampak banjir, sementara kabupaten Agam terparah dampak longsor. "Di Kabupaten Padang Pariaman sesuai dengan laporan yang kita terima ada 42 nagari dari 17 kecamatan yang terdampak, dua jembatan ikut rusak. Di Kabupaten Agam, terjadi tanah longsor yang mengganggu 171 meter jalan dan memutus akses air bersih," katanya.
Selain Padang Pariaman dan Agam, daerah lainnya yang tergolong parah adalah Kota Padang, dimana terjadi banjir di 7 kecamatan yang ada. "Dalam laporan ada 17 kelurahan di tujuh kecamatan yang terdampak," jelasnya.
Simak Video "Video Lamongan Tetapkan Status Tanggap Darurat Usai 2.736 Rumah Kebanjiran"
(astj/astj)