Ini 3 Cara Memahami Rapor Pendidikan Kemendikbudristek

Pakpak Bharat

Ini 3 Cara Memahami Rapor Pendidikan Kemendikbudristek

Nizar Aldi - detikSumut
Sabtu, 26 Nov 2022 20:35 WIB
Wakil Bupati Pakpak Bharat,  Mutsyuhito Solin. Istimewa
Wakil Bupati Pakpak Bharat, Mutsyuhito Solin. Istimewa
Pakpak Bharat -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan platform Rapor Pendidikan Indonesia beberapa bulan yang lalu. Platform ini berisikan data laporan hasil evaluasi pendidikan yang diisi oleh pemerintah daerah dan satuan pendidikan.

Wakil Bupati Pakpak Bharat Dr. H. Mutsyuhito Solin, M.Pd menyambut baik platform tersebut. Dia mengatakan platform tersebut untuk menelisik kekuatan dan kelemahan pendidikan di daerah dan mencari solusinya.

"Rapor pendidikan yang diumumkan Kemendikbudristek itu dapat digunakan dipakai untuk melihat kekuatan dan kelemahan pendidikan di daerah, sekaligus mencari solusi yang sesuai kebutuhan daerah," kata Matsyuhito Solin dalam keterangannya yang diterima detikSumut, Sabtu (26/11/2022).


Mutsyuhito menyebutkan rapor pendidikan bukan alat untuk mengevaluasi kinerja Pemda, Kepsek, dan guru, sebab akan terjadi aksi saling menyalahkan. Namun, Rapor Pendidikan ini menurutnya merupakan alat untuk mendiagnosa situasi pendidikan agar dapat memperbaikinya.

"Semua akan sibuk mencari pihak yang salah, yang harus bertanggung jawab, dan yang harus dihukum. Cara pandang seperti ini sudah terbukti gagal meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Alasan itu pula yang membuat Kemendikburistek mendesain rapor pendidikan sebagai alat diagnostik. Tujuannya untuk membantu Pemda, Kepsek dan guru merumuskan arah perbaikan pendidikan," sebutnya.

Kemendikbudristek memang tengah genjar melakukan transformasi pendidikan di Indonesia. Platform Rapor Indonesia merupakan episode ke-19 dalam seri kebijakan Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Menteri Nadiem Makarim. Transformasi pendidikan sendiri memiliki 4 agenda prioritas, yakni pendidikan berkualitas untuk semua, teknologi digital dalam pendidikan, solidaritas dan kemitraan, dan terakhir masa depan dunia kerja.

Sehingga mantan akademisi Universitas Negeri Medan (Unimed) ini pun menuturkan Rapor Pendidikan akan bermanfaat bagi dari jika menerapkan manajemen yang modern. Tanpa ada pengukuran, Pemda dan satuan pendidikan tidak akan bisa melakukan peningkatan.

Matsyuhito yang juga mantan Ketua Dewan Pendidikan Kota Medan 2 periode ini menjelaskan refleksi akan memberikan manfaat bagi daerah seperti Pakpak Bharat terutama dalam memfokuskan upaya peningkatan mutu pendidikan. Sebab kompetensi siswa yang perlu diperbaiki sudah sangat detail, yaitu literasi dan numerasi. Ukuran ini akan membantu Pemda dan satuan pendidikan untuk menentukan besaran perubahan yang akan dilakukan.

Di Kabupaten Pakpak Bharat, mereka kata Matsyuhito akan mewajibkan guru melakukan refleksi terkait pembelajaran secara berkala. Hasil refleksi tersebut akan dibahas bersama Kepsek untuk menentukan program sekolah.

"Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Pendidikan akan mewajibkan para guru melakukan refleksi atas pembelajaran yang dilakukan guru secara periodik. Hasil refleksi dibahas bersama di dalam rapat bulanan yang dipimpin Kepsek untuk kemudian ditindaklanjuti sebagai program sekolah," ujarnya.

"Sebagai ikutannya, refleksi dapat meningkatkan profesionalisme seorang guru. Semakin berkualitas seorang guru, maka semakin baik mutu lulusannya," imbuhnya.

Refleksi terkait pembelajaran secara berkala dapat dilakukan dengan 3 hal. Baca selanjutnya...



Simak Video "3 Pilar Sekolah Sehat yang Diusung Kemendikbud-Ristek"
[Gambas:Video 20detik]