Pilu Janda Buruh di Tanjungbalai yang Perjuangkan Hak Normatif Suami

Pilu Janda Buruh di Tanjungbalai yang Perjuangkan Hak Normatif Suami

Perdana Ramadhan - detikSumut
Rabu, 05 Okt 2022 23:05 WIB
Masniah bersama anak-anaknya saat berada di rumah
Foto: Masniah bersama anak-anaknya saat berada di rumah (Istimewa)
Medan -

Masniah (53) warga Kelurahan Sei Raja, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut) baru sekitar tiga bulan lalu ditinggal suami karena meninggal dunia akibat sakit. Kehidupannya kini semakin sulit karena tak memiliki penopang ekonomi sejak suami meninggal.

Kondisi itu diperparah mengetahui fakta suaminya bernama Suparno yang sudah 16 tahun bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang property ini tidak mendapatkan hak - hak normatif sebagai pekerja. Masniah pun melawan. Iapun mengkisahkan pilu yang dialaminya melalui kiriman surat elektronik kepada detikSumut, Rabu (5/10/2022).

"Suami Ibu Masniah bernama almarhum Suparno bekerja selama lebih dari 16 tahun sebagai buruh di perusahaan PT Delimas Suryakannaka di Kota Tanjungbalai, Sumut," kata Zaid Sianipar, perwakilan keluarga yang dihubungi wartawan.


Setelah tidak lagi bekerja karena meninggal dunia kata Zaid, ahli waris almarhum tidak mendapatkan hak normatif dari perusahaan seperti uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, BPJS Ketenagakerjaan, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun, kekurangan upah/gaji selama 16 tahun, kekurangan THR, cuti tahunan dan lainnya.

"Isteri almarhum hanya diberikan uang duka Rp 3 juta dari perusahaan itupun hampir 40 hari setelah suaminya meninggal dunia sejak bulan Juli lalu," tambahnya.

Lebih memilukan lagi tambah Zaid, Masniah bersama anak - anaknya yang masih berusia sekolah menempati tinggal dengan menumpang pada sebuah gudang milik perusahaan. Ia juga tinggal bersama dengan beberapa orang cucunya saat dipaksa keluar dari tempat mereka tinggal oleh perusahaan.

"Ibu itu sudah tidak punya penghasilan. Bagaimana mau diusir pindah sedangkan hak hak mereka atau hak-hak almarhum suaminya tidak diberikan," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tanjungbalai M Irfan Zuhri menyebut pihaknya belum menerima pengaduan terkait permasalahan ini dari yang bersangkutan langsung. Ia pun mempersilahkan Masniah untuk datang membuat aduan dan berjanji akan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi.

"Belum ada lapor. Bagaimana kita bisa membantunya. Sebenarnya sudah kita sampaikan dan mempersilahkan ibu tersebut langsung datang membuat pengaduan ke Dinas Ketenagakerjaan. Pasti kita fasilitasi, dibantu sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Irfan.



Simak Video "Ikan Arwana Harga Rp 10 Juta Dipanggang, Seperti Apa Rasanya?"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)