Kecelakaan saat Kejar Penjambret Bikin Kakak Beradik di Medan Tewas

Round Up

Kecelakaan saat Kejar Penjambret Bikin Kakak Beradik di Medan Tewas

Tim detikSumut - detikSumut
Rabu, 05 Okt 2022 07:31 WIB
Close-up of a hand holding a mobile phone. Pieces of glass on the street
Foto: iStock
Medan -

Dua orang kakak beradik tewas usai mengalami kecelakaan saat mengejar penjambret di Jalan Kapten Rahmad Buddin, Kecamatan Medan Marelan, Medan. Mereka tewas usai sepeda motor yang mereka gunakan menabrak mobil.

"Korbannya berinisial SM (20) perempuan dan MK (12) laki-laki. Mereka kakak beradik. Keduanya warga Medan Marelan," kata Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan Iptu R Handoko saat dikonfirmasi detikSumut, Selasa (4/10/2022).

Handoko menjelaskan peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (1/10) yang lalu sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, tas dari korban dijambret.


Korban berinisial SM (20) pun langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku penjambretan itu. Dia yang membonceng MK (12) terus mengejar sambil terus berteriak.

Namun, saat dia berupaya mengejar jambret, sepeda motor yang digunakan SM untuk mengejar pelaku menabrak mobil. Akibatnya korban terjatuh ke jalan.

"Kurang kendali, SM akhirnya menabrak bagian depan sebelah kanan mobil penumpang Honda Jazz," sebut Handoko.

Akibat peristiwa itu, MK tewas di lokasi. Sementara SM meninggal dunia di rumah sakit. Polisi pun langsung melakukan penyelidikan.

"Kita sudah koordinasi dengan unit Reskrim Polsek Medan Labuhan untuk melakukan penyelidikan," tuturnya.

Di tempat terpisah, ibu dari kedua korban, Sari Angelina menceritakan awalnya anak pertamanya SM dan anak keempatnya MK beranjak dari rumah untuk mencari makan.

"Itu Sabtu (1/10) malam. Jadi anak saya berangkat naik sepeda motor. Lalu tak lama kemudian saya dapat kabar mereka tabrakan," kata Sari.

Dijelaskan jika SM melakukan pengejaran karena tas miliknya berisi barang-barang berharga. Mirisnya, pengemudi mobil BK 1322 DO yang ditabrak korban saat itu sempat ingin menghiraukan kedua korban.

"Cuma karena sudah dikerumuni banyak warga dan tidak tahu sampai sepanas apa perdebatannya, akhirnya anak saya diantar ke rumah sakit. Dia sempat mengaku sebagai aparat," ujar Sari.



Simak Video "Sakit Hati Dibilang Pengangguran, Pria di Medan Tusuk Keponakan"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)