Gubsu Edy Sebut Mahasiswa di Sumut Lebih Apatis Ketimbang di Jawa

Gubsu Edy Sebut Mahasiswa di Sumut Lebih Apatis Ketimbang di Jawa

Tim detikSumut - detikSumut
Selasa, 04 Okt 2022 03:25 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (Arfah/detikSumut)
Foto: Ahmad Arfah Fansury
Medan -

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan penilaiannya terhadap mahasiswa yang ada di Sumut. Edy menyebut mahasiswa di Sumut lebih apatis daripada mahasiswa di Pulau Jawa.

Hal itu disampaikan Edy saat menghadiri acara Ikatan Alumni (IKA) Universitas Sumatera Utara (USU) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Senin (3/10). Sebelum menyebut soal apatis, Edy terlebih dahulu menyinggung soal skripsi mahasiswa yang menurutnya kurang baik.

"Saya masuk ke gudangnya (fakultas) pertanian, saya ambil skripsi. Lima buka saya ambil. Luar biasa bukunya, banyak warna-warnanya di bukunya, tebal. Saya baca, lima kali saya baca. Saya bingung, saya yang bodoh atau tulisannya yang nggak jelss," kata Edy dalam acara.


Menurut Edy, skripsi itu harusnya memberikan jawaban dari permasalahan. Namun dia tidak menemukan jawaban dari skripsi yang dia ambil dari gudang itu.

"Sampai saya datangi menteri sebelum Pak Nadiem. Saya datangi, saat itu Rekto (USU) Pak Runtung. Jawab si menteri, tergantung Pak Runtung. Saya bawa bukunya itu. Kenapa disuruh nulis yang seperti ini (skripsi)," ucap Edy.

"Apa yang ditulis, apa. Baca begitu, enggak ketemu (jawaban)," sambungnya.

Edy kemudian membanding skripsi itu dengan laporan akhir di Akmil. Edy menilai laporan akhir itu lebih baik daripada skripsi yang dibuat mahasiswa.

"Itu hanya 12-18 lembar, dan tulisan tangan. Hanya persoalannya bukan 12-18 lembar, bisa tiga hari mengujinya itu tulisan. Diuji," tutur Edy.

Dalam acara itu, Edy juga menyinggung soal mahasiswa yang apatis. Saat itu Edy menyebut mahasiswa di Sumut lebih apatis daripada mahasiswa di Jawa.

"Saya kepengen merubah. Menjadi Gubernur Sumatera Utara ini ingin mengubah Sumatera Utara. Kalau tidak, ngapain saya jadi gubernur, capek sekali, luar biasa capeknya. Gempa, selesai gempa macam-macam aja terus," sebut Edy.

"Untung kemarin kalau rakyat kita ini sedikit apatis memang ya, mahasiswa kita ini dibanding mahasiswa di Jawa," sambungnya.

Edy enggan menyampaikan alasannya menyebut mahasiswa di Sumut lebih apatis. Dia khawatir jika ucapannya soal itu akan membuat mahasiswa demo.

"Untuk itu, nanti kalau saya bilang (gitu), turun lagi kita semua. Enggak-enggak," jelasnya.



Simak Video "Edy Rahmayadi Resmikan KPT Parbuluan"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)