Canda JK di HUT Sumbar: Indonesia Kelaparan Kalau Orang Minang Mogok

Sumatera Barat

Canda JK di HUT Sumbar: Indonesia Kelaparan Kalau Orang Minang Mogok

Jeka Kampai - detikSumut
Sabtu, 01 Okt 2022 23:48 WIB
Syukuran ultah Jusuf Kalla ke-80 sekaligus peluncuran buku (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jusuf Kalla (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Padang -

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, masyarakat Minang memiliki pengaruh yang hebat dan luar biasa dalam berbagai hal. Dia berkelakar bahwa Indonesia bisa kelaparan jika tiba-tiba masyarakat Minang mogok.

"Kalau orang Minang tiba-tiba ingin mogok, maka orang Indonesia akan kelaparan. Begitu hebatnya pengaruh masyarakat Minang," katanya saat berpidato dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Sumbar dalam Rangka Hari Jadi Provinsi Sumatera Barat ke-77, Sabtu (1/10/2022).

Pernyataan JK ini merujuk pada usaha Rumah Makan Padang yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Usaha rumah makan merupakan salah satu upaya masyarakat Minang untuk bertahan hidup saat merantau.


Budaya merantau terjadi, karena sistem kekerabatan di Minangkabau yang menganut Matrilinial, dimana, otoritas menurun dari garis perempuan atau ibu.

"Matriakat menyebabkan laki-laki Minang banyak yang merantau, karena perbedaan kekuasaan di rumah. Merantau ini yang kemudian menyebabkan banyak upaya untuk survive. Sifat merantau memaksa orang harus survive," katanya.

Menurutnya, kemampuan untuk survive dengan berusaha dan berdagang juga merupakan bagian dari modal utama masyarakat Minang. "Modal orang Minang adalah sumber daya manusia. Berpikir. Orang Minang selalu memakai otak, bukan otot. Itulah kemajuan orang Minang dimanapun," katanya

Kekayaan sumber daya manusia juga dimiliki oleh negara-negara maju, seperti Jepang, Korea dan Singapura. "Jepang maju dengan sumberdaya manusia. Tidak ada tambang, minyak dan lain-lain disana. Begitu juga dengan Korea dan Singapura. Mereka maju karena sumber daya manusianya," tambah dia.

Sidang Paripurna Istimewa dalam Rangka Hari Jadi Provinsi Sumatera barat ke-77 dipimpin oleh Ketua DPRD Sumbar, Supardi dihadiri Gubernur Sumbar, Mahyeldi dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy serta sejumlah anggota DPR-RI dan DPD-RI asal Sumatera Barat, para mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar serta tokoh Minang lainnya.

Selain Jusuf Kalla, DPRD juga menghadirkan Sejawaran Asvi Warman Adam yang saat ini menjadi peneliti senior di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Ketua DPRD Sumbar, Supardi menjelaskan, penetapan 1 Oktober 1945 sebagai hari jadi bertepatan dengan dibentuknya Keresidenan Sumatera Barat. Dahulu, keresidenan dibentuk bersamaan dengan pengambilalihan pemerintahan dari tangan penjajahan Jepang.



Simak Video "3 Orang Pengeroyok Kepala Sekolah SMA PGAI Padang Diamankan Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)