Ada Pelat Mobil Warna Hijau di Batam, Artinya Apa?

Kepulauan Riau

Ada Pelat Mobil Warna Hijau di Batam, Artinya Apa?

Alamudin Hamapu - detikSumut
Kamis, 29 Sep 2022 14:03 WIB
Dirlantas Polda Kepri, Kombes Pol Tri Yulianto menunjukkan perubahan pelat kendaraan bermotor berwarna hijau yang berlaku di sana.
Dirlantas Polda Kepri, Kombes Pol Tri Yulianto menunjukkan perubahan pelat kendaraan bermotor berwarna hijau yang berlaku di sana. (Foto: Istimewa)
Batam -

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepri akan mengganti warna dasar pelat kendaraan dari dasar hitam tulisan putih menjadi dasar putih tulisan hitam, mulai 1 Oktober 2022. Untuk kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan dan Karimun akan menggunakan pelat warna dasar hijau tulisan hitam. Apa artinya?

"Ada perbedaan warna pelat kendaraan untuk kawasan FTZ," kata Dirlantas Polda Kepri, Kombes Tri Yulianto, (29/9/2022).

Dia menjelaskan, perbedaan warna pelat nomor kendaraan itu berdasarkan Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Pelaksanaan kawasan perdagangan bebas itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK 04/2021 tentang pemasukan dan pengeluaran barang ke dan dari kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang kendaraan bermotor tidak boleh dioperasionalkan atau dimutasikan ke wilayah Indonesia lainnya.


Dengan kata lain, kendaraan dengan pelat nomor berwarna hijau adalah kendaraan yang dibeli tanpa dikenakan bea masuk. Kendaraan tersebut hanya boleh beroperasi di tiga daerah itu, yakni Batam, Bintan dan Karimun.

Sementara kendaraan yang didatangkan dari luar negeri dan dikenakan bea masuk, diperlakukan sama dengan kendaraan lainnya dan bisa dioperasikan di luar kawasan perdagangan bebas.

"Untuk kawasan FTZ sesuai aturan tersebut, warna hijau tulisan hitam untuk kendaraan di kawasan perdagangan bebas yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan," jelasnya.

Menyinggung soal perubahan warga dasar pelat kendaraan pada umumnya dari hitam ke putih, dia menerangkan bahwa hal itu untuk memudahkan dan mengefektifkan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dalam melakukan penilangan kendaraan secara elektronik dan mengurangi tingkat kesalahan keterbacaan kamera e-tilang.

"Perubahan pelat kendaraan akan dilakukan secara bertahap. Kendaraan yang akan mendapatkan penggantian pelat dimulai dari kendaraan baru, masa berlaku TNKB/masa berlaku pelat habis, perpanjangan STNK 5 tahunan, perubahan pemilik kendaraan dan
Rubah Bentuk Ganti Warna (Rubentina)," ujarnya.

Tri mengatakan karena pergantian pelat kendaraan bermotor dilakukan secara bertahap. Masyarakat diharapkan agar tidak merubah pelat nomor kendaraan secara mandiri. Kepolisian belum melakukan penilangan pada kendaraan yang belum masa pergantian pelat kendaraan.

"Jangan menganti sendiri, karena ini bertahap sehingga belum ada penindakan bagi yang pelat kendaraan masih berwarna dasar hitam," ujarnya.



Simak Video "Balita di Batam Tewas Usai Ditinju dan Dibanting Pacar Ibunya"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)