Puluhan Kerbau Mati Mendadak di Kampar, Penyebab Simpang Siur

Riau

Puluhan Kerbau Mati Mendadak di Kampar, Penyebab Simpang Siur

Raja Adil Siregar - detikSumut
Selasa, 27 Sep 2022 17:34 WIB
28 kerbau di Tana Toraja positif PMK.
Ilustrasi kerbau (Rachmat Ariadi/detikSulsel)
Kampar -

Puluhan kerbau masyarakat di Kampar, Provinsi Riau mati mendadak, penyebabnya kematian pun masih simpang siur. Pasalnya, dua pejabat terkait yang menangani persoalan ini menyampaikan pandangan berbeda.

Penjabat Bupati Kampar Kamsol menyebut, kerbau mati mendadak karena terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Bahkan sudah dicek Dinas Peternakan Kabupaten Kampar.

"Beberapa kerbau memang dilaporkan tiba-tiba mati. Sudah dicek sama peternakan dan hasilnya itu PMK, kerbau-kerbau mati terinfeksi PMK," kata Kamsol saat dimintai konfirmasi, Selasa (27/9/2022).


Kamsol memastikan atas matinya kerbau pihaknya sudah koordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Riau. Selanjutnya tim akan melakukan vaksin.

"Langkah selanjutnya kita koordinasi sama Pemprov untuk vaksin. Ada yang udah dan akan dilakukan secepatnya," katanya.

Sementara Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi Riau, Faralinda mengatakan hal berbeda soal penyebab kematian kerbau di Kampar. Ia mengaku hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari dinas peternakan Kampar terkait jumlah kerbau yang mati. Karena hingga saat ini, yang dilaporkan masih kasus kematian kerbau di Kecamatan XIII Koto Kampar.

"Kami baru dapat informasi adanya kematian kerbau di Kampar dari media yang kabarnya sampai puluhan," kata Faralinda.

Jika melihat gejala pada kerbau-kerbau yang mati tersebut, hewan ternak tersebut diduga terkena penyakit ngorok atau septicaemia epizzotia (SE). Dugaan itu karena terjadi perpindahan ternak sakit beberapa waktu lalu.

"Menyebarkannya penyakit ini diduga karena ada perpindahan sapi yang sakit dari XIII Koto Kampar ke beberapa lokasi. Karena saat itu ada kegiatan jual beli ternak oleh belantik yang membeli ternak dengan harga murah dari peternak. Mungkin itu yang dibawa ke beberapa lokasi lain," katanya.

Karena itu, pihaknya mengimbau agar para peternak lebih memperhatikan ternaknya. Jika ada ternak yang mengalami sakit agar ditempatkan dikandang yang terpisah. Hal itu agar tidak menularkan ke hewan ternak lainnya.

"Karena penularan penyakit SE ini juga cepat, terutama dari cairan tubuh ternak. Jadi jika ada ternak yang sakit, hendaknya ditempatkan dikandang saja, jangan digembala apalagi dijual," katanya.



Simak Video "Dua Pria Saling Ribut Pakai Pisau Daging di Tanjungpinang"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/astj)